Mojokerto, Blok-a.com – Keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan Ruang Milik Jalan (Rumija) sebagai lokasi penyelenggaraan infrastruktur telekomunikasi mendapat perhatian pemerintah daerah lain. Salah satunya Pemerintah Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, yang melakukan kunjungan studi benchmarking ke Kota Mojokerto, Rabu (5/8/2026).
Rombongan yang dipimpin Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat, diterima langsung Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita memaparkan strategi Pemerintah Kota Mojokerto dalam mengoptimalkan potensi PAD dari pemanfaatan Rumija. Menurutnya, langkah tersebut mulai menjadi fokus utama pada periode kedua kepemimpinannya sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut selaras dengan arahan pemerintah pusat agar pemerintah daerah mampu menghadirkan skema creative financing dan innovative financing di tengah berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD).
“Potensi ini sebenarnya sudah ada sejak periode pertama, tetapi belum kami optimalkan. Memasuki tahun 2025, ketika ada arahan mengenai creative financing, innovative financing, peningkatan PAD, dan adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), kami sepakat untuk bergerak cepat mengoptimalkan potensi tersebut,” ujar Ning Ita.
Ia mengungkapkan, proses penataan pemanfaatan Rumija tidak berlangsung mudah. Pemerintah Kota Mojokerto harus membangun komitmen yang kuat, memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah, serta menggandeng aparat penegak hukum untuk memastikan seluruh penyelenggara infrastruktur telekomunikasi mematuhi ketentuan yang berlaku.
“Dalam prosesnya kami melakukan penyegelan terhadap provider dan meminta dukungan dari aparat. Alhamdulillah, dari potensi pendapatan sebesar Rp27,2 miliar, saat ini sekitar Rp17 miliar telah berhasil masuk ke kas daerah,” jelasnya.
Menurut Ning Ita, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa optimalisasi aset daerah dapat menjadi salah satu solusi meningkatkan kapasitas fiskal daerah tanpa sepenuhnya bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Ia berharap kunjungan Pemerintah Kota Lubuk Linggau menjadi momentum berbagi pengalaman mengenai penyusunan regulasi, strategi implementasi, hingga pengawasan pemanfaatan Rumija sebagai sumber pendapatan daerah.
“Semoga sinergi ini tidak berhenti pada kunjungan hari ini saja. Saya yakin setiap daerah memiliki potensi masing-masing. Melalui saling berbagi pengalaman, kita bisa saling belajar untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat, mengatakan Kota Mojokerto dipilih sebagai lokasi benchmarking karena dinilai berhasil menghadirkan inovasi dalam meningkatkan PAD melalui pemanfaatan Ruang Milik Jalan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut layak dijadikan referensi bagi daerah lain yang tengah mencari alternatif pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.
“Kami ingin mempelajari regulasi yang diterapkan Kota Mojokerto. Dari penjelasan Ibu Wali Kota, jika menggunakan mekanisme retribusi maka pendapatannya tidak akan maksimal, sehingga skema sewa menjadi pilihan yang lebih efektif. Kami sudah menyusun Peraturan Wali Kota dan ke depan akan kami tingkatkan menjadi Peraturan Daerah agar memiliki landasan hukum yang lebih kuat,” ujar Rachmat.
Melalui kunjungan ini, kedua pemerintah daerah juga sepakat memperkuat kolaborasi dan saling bertukar pengalaman dalam pengelolaan pemerintahan serta pengembangan inovasi daerah.
Pemerintah Kota Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi tata kelola pemerintahan yang mampu meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
Praktik baik yang telah diterapkan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Kota Mojokerto, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain dalam menggali dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah guna mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Sya)




