Blitar, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menggelar operasi pasar murah dan memantau harga, serta ketersediaan bahan pokok di tiga pasar tradisional menjelang Lebaran 2024.
Operasi pasar murah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Blitar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran, khususnya menjelang Lebaran.
Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Blitar untuk menjaga stabilitas ekonomi pasar dan mendorong masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, berharap langkah ini dapat menstabilkan harga dan mendorong masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.
“Tugas pemerintah salah satunya adalah menjaga stabilitas harga pangan. Kami cek langsung harga-harga di pasar, dan Alhamdulillah ketersediaannya cukup serta harganya masih terjangkau,” kata Syauqul Muhibbin saat ditemui di Pasar Legi, Blitar, Senin (17/03/2024).
Jika biasanya dilakukan di lokasi tertentu, kali ini Pemkot Blitar mendirikan operasi pasar langsung di dalam pasar tradisional, yakni Pasar Legi, Pasar Pon, dan Pasar Templek.
“Hal ini diharapkan dapat lebih menjangkau masyarakat dan memberikan kemudahan akses terhadap sembako murah,” tandas Mas Ibin sapaan akrab Wali Kota Blitar.
Mas Ibin memambahkan, dalam operasi pasar ini, Pemkot Blitar menyediakan paket sembako murah yang berisi beras, gula, minyak goreng, dan barang kebutuhan pokok lainnya. Harga paket tersebut cukup terjangkau, dengan harga jual sekitar Rp123.000 dari harga normal sekitar Rp150.000.
“Dengan harapan masyarakat bisa membeli sembako murah di pasar, dan kita juga ingin kembali meramaikan pasar tradisional,” imbuhnya.
Untuk mendapatkan sembako murah tersebut, masyarakat cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Blitar. Ketersediaan paket sembako per pasar bervariasi, dengan rata-rata sekitar 500 paket per hari per pasar.
“Kami akan memantau terus ketersediaan barang dan menyesuaikan durasi operasi pasar, hingga maksimal dua hari di setiap pasar,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Hakim Sisworo mengatakan, meskipun stok bahan pokok dinyatakan aman, namun ada kenaikan harga pada beberapa komoditas.
“Komoditas yang harganya lagi naik itu beras, minyak, bawang merah, dan bawang putih,” kata Hakim.
Hakim menjelaskan, operasi pasar murah ini melibatkan kerjasama dengan pedagang di pasar tradisional. Paket sembako yang disediakan bervariasi, namun komoditas yang mengalami kenaikan harga menjadi fokus utama.
“Jumlah sembako yang disiapkan di Pasar Legi sebanyak 1.208 paket, yang kemudian akan dibagikan ke enam pedagang. Sedangkan di Pasar Pon sekitar 203 paket dan di Pasar Templek sekitar 500 paket,” tandasnya.
Hakim berharap, dengan adanya operasi pasar murah ini, harga-harga di pasaran dapat kembali turun setelah Lebaran.
“Dengan adanya operasi pasar ini, diharapkan, setelah ini pedagang nurunin (menurunkan) harganya,” ujarnya.
Meskipun harga beberapa komoditas mengalami kenaikan, Hakim memastikan stok bahan pokok di Kota Blitar dalam kondisi aman.
“Stok bahan pokok di Kota Blitar dalam kondisi aman hingga setelah hari raya,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini, Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, turut mendampingi Wali Kota Blitar. Hadir dalam acara ini, Wakapolres Blitar Kota, Kasat Reskrim, Kasat Intel, Kepala Dinas Perdagangan Kota Blitar, dan Kepala OPD terkait. (bang/adv/kmf)









