Pemkab Jombang Verifikasi Calon Siswa Sekolah Rakyat dengan Home Visit

Sekdakab Jombang lakukan verifikasi langsung ke rumah calon peserta didik Sekolah Rakyat.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Sekdakab Jombang lakukan verifikasi langsung ke rumah calon peserta didik Sekolah Rakyat.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Jombang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus mematangkan pelaksanaan program Sekolah Rakyat dengan melakukan verifikasi langsung ke rumah calon peserta didik.

Program pendidikan berasrama ini dijadwalkan mulai berjalan pada pertengahan Juli 2025, dan Jombang menjadi salah satu dari 12 daerah di Jawa Timur yang terpilih dalam program nasional tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, memimpin langsung kegiatan home visit pada Rabu (11/6/2025).

Ia didampingi Kepala Dinas Sosial Hari Purnomo serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dra. Wor Windari.

Verifikasi dilakukan terhadap sejumlah siswa dari total 100 calon peserta didik yang telah ditetapkan, terdiri atas 50 siswa setara SMP dan 50 siswa setara SMA.

“Kami ingin memastikan anak-anak yang terpilih benar-benar layak dan siap mengikuti pendidikan dengan sistem asrama yang disiplin dan penuh tanggung jawab,” ujar Agus saat diwawancarai usai kunjungan.

Home visit dilakukan secara acak terhadap beberapa calon siswa, di antaranya Hani Salma dari MI Miftahul Ulum Kedawong; Mochammad Fikrul dan Wigid Juliansyah dari SDN Sukoiber 2; Wahyu Yeyen Setianingsih dari SDN Sukopinggir; serta Iffah Nur Qolbia dari SMPN 1 Diwek.

Menurut Agus, verifikasi ini penting bukan hanya untuk memastikan kriteria ekonomi dan sosial siswa terpenuhi, tapi juga untuk mengukur kesiapan keluarga dalam mendukung anak-anak menjalani pendidikan berbasis boarding school.

“Dengan keterlibatan orang tua, nenek, atau wali, kami berharap mereka akan mendampingi proses pendidikan ini, sehingga risiko siswa merasa tidak nyaman atau bahkan putus sekolah bisa diminimalisir,” katanya.

Program Sekolah Rakyat merupakan amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan terbentuknya 100 sekolah rakyat di seluruh Indonesia pada tahap awal. Kabupaten Jombang menjadi salah satu dari 12 daerah di Jawa Timur yang dipercaya untuk merealisasikan inisiatif ini.

Agus menyatakan bahwa respon masyarakat sejauh ini cukup positif.

“Tiga titik yang kami kunjungi, semua mendukung. Ini menjadi indikator awal yang baik bahwa program ini diterima di masyarakat,” ucapnya.

Para siswa Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai masuk asrama pada 15 Juli 2025. Untuk sementara, proses belajar dan tinggal akan dilaksanakan di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung.

Pemkab menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan Tunggorono rampung dan siap ditempati pada 2026.

Meski dukungan publik terlihat menguat, sejumlah tantangan tetap membayangi, mulai dari kesiapan infrastruktur asrama, kurikulum khusus yang adaptif, hingga pendampingan sosial terhadap siswa dari latar belakang rentan.

Pengamat pendidikan dari Universitas Hasyim Asy’ari Jombang, M. Rizal Fikri, menilai langkah verifikasi ini penting, namun harus dibarengi dengan sistem monitoring berkelanjutan.

“Pendidikan berbasis boarding bukan hanya soal tempat tinggal, tapi soal ekosistem baru yang membutuhkan pendampingan jangka panjang, terutama untuk siswa dari keluarga kurang mampu,” katanya.(sya/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com