Ini Konsep Hingga Target Siswa untuk Ikut Sekolah Rakyat di Kota Malang

Siswa Sekolah Dasar di Malang terima makan bergizi gratis dari program nasional (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Siswa Sekolah Dasar di Malang terima makan bergizi gratis dari program nasional (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) mulai merancang konsep sekolah rakyat yang rencananya akan dibangun di Kota Malang.

Untuk saat ini, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang melakukan pendataan calon siswa untuk Sekolah Rakyat, program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang akan dibangun di tiap kabupaten/kota.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, mengatakan sekolah Rakyat ini dirancang dengan konsep boarding school dan menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, mulai dari jenjang SD hingga SMA. Boarding School sendiri adalah sistem sekolah berasrama, di mana siswa belajar dan tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah. Siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga tinggal bersama teman-teman sebaya dan dipantau oleh pendidik selama proses pembelajaran.

Ia menambahkan program ini diharapkan mampu menjamin pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi bagi siswa yang terpilih.

“Konsepnya boarding school untuk siswa jenjang SD sampai SMA dari keluarga kurang mampu. Sehingga pendidikannya terjamin dan bisa melanjutkan kuliah,” ujarnya.

Donny mengungkapkan, proses pendataan saat ini sedang berlangsung. Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), terdapat sekitar 7 ribu anak usia sekolah dari keluarga penerima bantuan yang menjadi potensi calon siswa.

“Datanya sekarang masih diverifikasi. Jadi kami juga menyandingkan dengan data dari Kemensos, data yang masuk ke DTKS itu sekitar 7 ribu anak usia sekolah dari keluarga penerima bantuan pemerintah,” jelasnya.

Namun, angka tersebut masih bersifat awal dan akan terus diverifikasi hingga Mei 2025. Donny menambahkan, untuk tahap awal, kemungkinan besar yang akan disaring terlebih dahulu adalah anak-anak jenjang SMP dan SMA, karena belum memungkinkan bagi anak-anak usia SD untuk menjalani pendidikan berasrama.

“Kemungkinan untuk jenjang SMP dan SMA dulu. Karena kan anak SD di asrama kayaknya tak memungkinkan,” tambahnya.

Terkait lokasi, beberapa tempat di Kota Malang juga telah ditinjau sebagai calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, di antaranya kawasan Poltekom, Rusunawa Tlogowaru, dan gedung bekas APDN di Jalan Kawi. Pemerintah pusat turut dilibatkan dalam proses peninjauan lokasi tersebut untuk memastikan kesiapan fasilitas yang akan digunakan. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com