Tarif Parkir Motor di Blitar Tetap Rp 2.000, Wali Kota Tegaskan Perda Masih Berlaku

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin. (blok-a.com/Fajar)
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, Blok-a.com – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin menandaskan, bahwa tarif parkir untuk sepeda motor tetap Rp2.000, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku saat ini. Dalam pernyataannya, Mas Ibin, sapaan akrab Wali Kota Blitar, menyebutkan bahwa besaran tarif ini tidak akan berubah, meskipun saat ini terdapat wacana mengenai penurunan tarif.

“Kita parkir sesuai dengan Perda yang umum, motor Rp2.000, mobil Rp3.000. Sedangkan untuk tempat wisata Rp18 ribu per bus selama 8 jam,” tandas Wali Kota Blitar, Selasa (10/6/2025).

Mas Ibbin juga menyampaikan, bahwa meskipun Perda tentang tarif parkir masih berlaku, pihaknya berencana untuk mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) baru yang akan mengatur tata kelola parkir di Kota Blitar.

“Insya Allah, kita juga akan bikin Perwali tata kelola parkir. Jadi tidak semua tempat boleh dijadikan tempat parkir,” tegasnya.

Perwali tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat serta mendukung pertumbuhan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Blitar.

“Kami ingin agar masyarakat tidak terbebani dengan biaya parkir, dan UMKM bisa tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Wali Kota Muhibbin juga menekankan pentingnya pengelolaan parkir di fasilitas pemerintah.

“Parkir di jalan umum atau tepi jalan yang merupakan fasilitas pemerintah harus dikelola oleh pemerintah. Tidak ada oknum mana pun yang bisa mengelola parkir kecuali pemerintah,” ujarnya.

Wacana penurunan tarif parkir sepeda motor menjadi Rp1.000 telah memicu keresahan di kalangan juru parkir. Mereka menolak usulan tersebut dan mengadakan aksi protes. Menanggapi hal ini, Wali Kota Blitar mengaku siap memberikan solusi yang adil bagi semua pihak.

Dengan penegasan ini, Wali Kota berharap agar situasi terkait tarif parkir dapat segera teratasi, dan semua pihak dapat menyikapi perubahan ini dengan bijak.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan semua pihak untuk mencari solusi terbaik,” pungkas orang nomor satu di Pemkot Blitar. (jar/gni)

Exit mobile version