Kota Malang Wakili Indonesia di Penghargaan Tingkat Asean, Kategori Kualitas Udara Bersih

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memaparkan komitmen udara bersih di Kota Malang (pro)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memaparkan komitmen udara bersih di Kota Malang (pro)

Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memaparkan langsung komitmen Kota Malang dalam menjaga kualitas udara bersih pada forum Persiapan Nominasi untuk Penghargaan ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award dan Certificate of Recognition (CoR) 2025, kategori Clean Air. Kota Malang menjadi salah satu dari lima kota di Indonesia yang mewakili dalam ajang bergengsi tingkat Asia Tenggara tersebut.

“Alhamdulillah, Kota Malang mendapat kehormatan menjadi kandidat mewakili Indonesia di tingkat ASEAN. Sebagai persiapan menuju ASEAN Environment Sustainable City ini, saya memaparkan langsung kepada Kementerian Lingkungan Hidup mengenai komitmen Kota Malang dalam menjaga udara bersih dan berkelanjutan,” ujar Wahyu, saat di Jakarta.

Forum tersebut digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta. Tujuannya untuk memperkuat substansi paparan para kandidat yang akan disampaikan kepada Chair ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC) dan tim seleksi ASEAN.

Dalam paparannya, Wahyu menyampaikan bahwa Indeks Kualitas Udara (IKU) Kota Malang mencapai 88,36, dan dalam empat tahun terakhir kualitas udara Kota Malang konsisten berada dalam kategori baik. Potensi penurunan emisi gas rumah kaca pun mencapai 485.960,15 ton CO₂ ekuivalen. Sementara Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Malang juga mengalami tren peningkatan, dan kini mencapai angka 61,76.

Berbagai kebijakan dan inovasi diterapkan untuk mendukung upaya pengendalian pencemaran udara, mulai dari pemantauan kualitas udara secara berkala, uji emisi kendaraan, traffic counting, roadside monitoring, Hari Bebas Kendaraan Bermotor, pengendalian Ruang Terbuka Hijau, hingga inovasi sistem KIPOP yang berfungsi untuk inventarisasi penanaman pohon dan penghijauan di Kota Malang.

“Komitmen ini juga tidak lepas dari andil masyarakat Kota Malang yang ikut aktif menjaga kualitas udara. Salah satu partisipasi tersebut melalui lomba pengelolaan lingkungan baik di tingkat kota hingga nasional, edukasi masyarakat, sekolah adiwiyata, maupun kemitraan dengan LSM dan komunitas hijau,” jelas Wahyu.

Ia juga menekankan bahwa meski penghargaan ini berskala ASEAN, maknanya bukan hanya sekadar seremonial, tetapi bagian dari tanggung jawab kolektif. Ia menambahkan, persiapan yang dilakukan oleh Kota Malang sudah melalui presentasi nominasi dan mendapat respon positif dari KLHK.

“Namun lebih dari itu, ini bukan sekadar ajang seremonial di level ASEAN, tapi komitmen kita bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan udara bersih di Kota Malang. Untuk itu, mari kita dukung langkah positif ini,” pungkas Wahyu. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com