Kota Malang, blok-a.com – Perpustakaan Kota Malang meningkatkan pelayanan demi menjawab kebutuhan literasi di era digital ini.
Termasuk di era sekarang, perpustakaan harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memberikan pelayanan dan pengetahuan dalam format digital.
Hal ini tentu amat mendukung situasi saat ini di mana perpustakaan dituntut untuk mampu bertransformasi agar dapat eksis sebagai salah satu pilar untuk mencerdaskan bangsa.
Warga Kota Malang dapat mengunjungi Layanan Pojok Baca Digital (Pocadi) yang menyediakan koleksi buku digital berkualitas yang berasal dari lokal server maupun konten aplikasi iPusnas.
Wali Kota Malang Sutiaji juga menekankan bahwa seluruh upaya dan inovasi Perpustakaan Kota Malang adalah bagian dari urgensi membangun literasi.
Warga dapat mengakses langsung membaca berformat digital melalui komputer ataupun tablet yang disediakan di sana.
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat selama masa pandemi, perpustakaan yang terletak di Jalan Besar Ijen Nomor 30-A Kota Malang ini mengembangkan layanan drive thru yang juga terkoneksi dengan aplikasi untuk pemesanan buku.
Walau demikian, di pojok baca digital ini juga tetap disediakan buku-buku cetak. Pocadi yang terletak di Taman Trunojoyo ini telah dibuka sejak 11 Mei 2022 yang lalu.
Perpustakaan ini juga telah memperkenalkan aplikasi perpustakaan daerah. Namanya adalah Malang Mobile Library (M-Mobilib).
Dengan demikian anggota perpustakaan yang telah memesan buku untuk dipinjam dapat langsung mengambil di loket drive thru.
Perpustakaan Kota Malang juga memfasilitasi para difabel netra dengan menyediakan Pojok Braille.
Kebutuhan para disabilitas netra akan petunjuk jalan juga difasilitasi dengan memberikan tanda di lantai untuk memudahkan mencapai tujuan.
Perpustakaan Kota Malang juga menjalin kerja sama dengan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang untuk secara rutin setiap minggunya datang dan membaca di Pojok Braille.
Warga bisa mengunduh melalui Play Store. Anggota juga dapat melihat katalog perpustakaan melalui aplikasi ini.
Selain itu ada juga fitur usulan buku, kunjungan kelompok, pinjaman kolektif, dan saran.
“Selama ini orang kalau perpus digital kan (identik) koleksinya. Saya ingin baca e-book, padahal kan tidak. Layanan perpus juga bisa dibuat digital,” ujar Kepala Bidang Layanan dan Pengembangan Perpustakaan Kota Malang, Achmad Supriadi, SE., MM.
“Ini yang kita sebut Malang Mobilib. Kalau untuk koleksi dIgitalnya kita gunakan Malang Cilin yang bekerja sama dengan Gramedia,” tuturnya.(frd)









