Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota Malang terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh daerah, termasuk Kota Malang, dengan salah satunya digelar di Kecamatan Kedungkandang pada Selasa (23/9/2025).
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan GPM tidak hanya menyasar titik-titik umum seperti pasar atau kecamatan, melainkan juga akan diperluas ke lokasi-lokasi yang benar-benar membutuhkan.
“Kadangkala masyarakat yang membutuhkan beras SPHP tidak tahu ada GPM atau butuh ongkos untuk mengakses lokasi. Maka kita mencari pola untuk lebih mendekati masyarakat. Saya sudah meminta Kepala Dispangtan dan camat serta lurah bisa mendata titik tertentu,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan, distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Malang relatif lancar tanpa keluhan berarti. Meski di wilayah perkotaan lebih banyak warga memilih beras premium, kebutuhan SPHP dinilai masih tinggi di kawasan pinggiran.
“Tadi Danrem menyarankan agar GPM ini diarahkan ke masyarakat yang memang membutuhkan. Jadi tidak hanya di kecamatan atau pasar, tetapi juga di titik-titik tertentu,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, mengungkapkan hingga 21 September 2025, total distribusi beras SPHP telah mencapai 617.555 kilogram. Sejak Januari, Bulog mencatat penyaluran sudah lebih dari 1.050 ton.
“Bulan September ini saja sudah 16 kali pelaksanaan GPM. Kalau digabung Agustus total 20 kali. Sampai Desember kami targetkan bisa 50 sampai 60 kali, sesuai arahan Wali Kota agar dilaksanakan di 57 kelurahan,” papar Slamet.
Selain menjaga harga tetap stabil, GPM diharapkan juga bisa menekan potensi gejolak menjelang momen Natal dan Tahun Baru.
“Untuk stok, ketersediaan beras SPHP di Kota Malang aman,” tegas Slamet. (yog/bob)










Balas
Lihat komentar