Gandeng PT ADS, Pemkab Bojonegoro Bantu 161 Pedagang Pasar Kota Lama Selama Masa Relokasi

Pemkab Bojonegoro & PT ADS salurkan bantuan insentif relokasi kepada 161 pedagang Pasar Kota Lama (foto: istimewa)
Pemkab Bojonegoro & PT ADS salurkan bantuan insentif relokasi kepada 161 pedagang Pasar Kota Lama (foto: istimewa)

Bojonegoro, Blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyalurkan bantuan insentif relokasi kepada 161 pedagang Pasar Kota Lama yang kini menempati Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Wisata.

Bantuan ini menjadi bentuk dukungan bagi pedagang yang tengah menjalani masa transisi sembari menunggu pembangunan kembali pasar yang ditargetkan selesai pada 2027. Penyerahan bantuan berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (26/10/2026).

Program tersebut merupakan hasil sinergi Pemkab Bojonegoro dengan dunia usaha melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Asri Dharma Sejahtera (ADS).

Penyaluran bantuan dilaksanakan bersama DPA Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro sebagai bagian dari upaya mendukung keberlangsungan usaha pedagang selama proses relokasi.

Sebanyak 161 pedagang menerima bantuan melalui pembukaan rekening Bank BRI. Penerima terdiri atas 106 pedagang toko dan 55 pedagang los. Penyaluran dilakukan secara langsung dan akuntabel, tanpa potongan biaya sepeser pun.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban pedagang selama beradaptasi dengan lokasi berjualan sementara. Sekaligus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa pembangunan pasar tidak boleh hanya berorientasi pada kemegahan bangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pasar harus diukur dari kemampuannya menciptakan kenyamanan bagi pembeli sekaligus meningkatkan omzet pedagang.

Ia menilai, pasar yang memiliki bangunan bagus tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak mampu menarik pengunjung dan menggerakkan transaksi perdagangan.

“Membangun pasar itu tidak cukup hanya fisik bangunannya yang bagus, tetapi harus betul-betul mampu mendatangkan pembeli. Sebab kalau pasarnya dibangun megah tetapi tidak ada pembelinya, ya percuma,” tegas Setyo Wahono.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menyiapkan konsep pengelolaan pasar secara menyeluruh. Mulai dari penataan lapak hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan perilaku konsumen.

Pemkab Bojonegoro juga mendorong pembenahan manajemen pasar, termasuk pengaturan zonasi pedagang berdasarkan jenis komoditas. Pemisahan area penjualan daging, sayuran, pakaian dan komoditas lainnya diharapkan membuat aktivitas jual beli lebih tertata dan memudahkan masyarakat berbelanja.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dan layanan pemesanan secara daring dinilai perlu dikembangkan. Agar pedagang pasar tradisional mampu menjangkau konsumen lebih luas serta bersaing dengan ritel modern.

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, menyampaikan empati kepada para pedagang yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan lokasi berjualan. Dia memahami bahwa proses relokasi membawa tantangan tersendiri, terutama dalam mempertahankan pelanggan dan menyesuaikan pola aktivitas perdagangan di tempat yang baru.

Meski demikian, Sally mengajak para pedagang melihat proses tersebut sebagai bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan pasar yang lebih baik, bersih dan representatif.

“Tujuan kita semua bersama pemerintah adalah menyediakan pasar kota yang bagus, bersih, dan representatif, agar ke depannya dagangan Bapak/Ibu semakin laris, rezeki bertambah dan membawa keberkahan,” paparnya.

Menurutnya, kesabaran dan kerja sama antara pemerintah dan pedagang menjadi faktor penting agar proses relokasi dapat berjalan dengan baik hingga pembangunan pasar baru selesai.

Dukungan kepada pedagang selama masa transisi juga dinilai penting agar penataan kawasan pasar tidak mengabaikan keberlangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, bersama Kepala Dinas PU Cipta Karya, Satito Hadi, turut memperlihatkan desain dan rencana renovasi Pasar Kota Lama kepada para pedagang. Pembangunan pasar yang ditargetkan rampung pada 2027 itu dirancang untuk menghadirkan fasilitas perdagangan yang lebih bersih, aman, tertata dan representatif.

Penataan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memberikan lingkungan usaha yang lebih mendukung bagi para pedagang. Namun, pembangunan fisik perlu berjalan beriringan dengan kesiapan pengelolaan, penataan zonasi dan strategi untuk menghidupkan aktivitas perdagangan.

Dengan demikian, pasar tidak hanya menjadi bangunan baru, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Kehadiran pasar yang lebih modern diharapkan dapat memperkuat daya saing pedagang tradisional di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin beragam.

Penyaluran insentif kepada 161 pedagang menjadi salah satu bentuk dukungan di tengah proses penataan Pasar Kota Lama. Sinergi antara Pemkab Bojonegoro, PT ADS, DPRD dan para pedagang diharapkan mampu menjaga komunikasi serta memperkuat kepercayaan selama masa relokasi.

Di sisi lain, keberhasilan pembangunan pasar nantinya juga membutuhkan keterlibatan pedagang dalam menjaga kebersihan, ketertiban dan kualitas pelayanan kepada pembeli. Pemerintah daerah berharap Pasar Kota Bojonegoro yang baru dapat menjadi pusat perdagangan yang tidak hanya nyaman dikunjungi, tetapi juga mampu mendorong peningkatan pendapatan pedagang dan menggerakkan perekonomian lokal.

Dengan dukungan selama masa transisi, perencanaan pembangunan yang matang, serta pengelolaan pasar yang adaptif terhadap perkembangan zaman, penataan Pasar Kota Lama diharapkan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Bojonegoro. (sil)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com