Eri Cahyadi Buka Kartu di Depan Ketua RT/RW se Surabaya, Ekonomi 2020 Anjlok Minus Empat

ekonomi surabaya
Eri Cahyadi di saat sarasehan bersama ribuan Ketua RT dan RW se Surabaya. (Pemkot Surabaya)

Surabaya, blok-a.com Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat berbicara di hadapan Ketua RT, RW dan LPMK se Surabaya, sempat buka kartu soal kondisi ekonomi Surabaya pada 2020.

Kala pandemi Covid-19 kali pertama melanda Surabaya, ekonomi anjlok. Terus menurun seiring ditutupnya semua roda ekonomi.

Cafe, depot, rumah makan, pasar, stasiun, terminal, bandara, PKL, dan perkantoran ditutup perlahan.

Hal itu membuat ekonomi Surabaya stagnan. Dan pada gilirannya, di akhir 2020 bahkan tembus minus empat, yakni (-4,85 persen).

Namun, berkat gotong-royong dan kekompakan warga, kondisi perekonomian Kota Surabaya dua tahun terakhir membaik.

Kata Eri Cahyadi, ekonomi di 2022 naik lagi ke angka 7,70 persen.

“Kita akui bahwa pada tahun 2020, ekonomi Surabaya sempat terpuruk dan minus di angka -4,85 persen. Kemudian meningkat pada 2021 mencapai 4,29 persen dan sekarang naik 7,70 persen,” ujarnya di gedung serbaguna Sememi, Benowo, Sabtu (21/1/2023).

Eri Cahyadi, sengaja mengumpulkan para Ketua RT, RW dan LPMK pasca pemilihan dan pelantikan serentak untuk sosialisasi program pembangunan dan Perwali nomor 112 tahun 2022, tentang RT, RW dan LPMK.

Di Perwali itu mensyaratkan bisa mencopot Ketua RT, RW, dan LPMK jika terbukti melakukan pungli kepada masyarakat.

Di Surabaya kata Eri juga masih menghadapi kemiskinan. Ada 14 kriteria masyarakat miskin berdasarkan standar penilaian yang ditetapkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang harus diketahui Ketua RT,RW dan LPMK.

Dengan ilmu itu para Ketua RT/RW dan LPMK mengetahui indikator warga miskin sebagai acuan kriteria penerima bantuan dan membantu Pemkot melaksanakan program tepat sasaran.

“Kita punya DPRD yang hebat, dan pemerintah kota hari ini yang bersinergi kuat dengan DPRD. Maka kini kita bersinergi bersama dengan RT/RW dan LPMK,” tegasnya.

Dalam dialog bersama RT/RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di Gedung Serbaguna Sememi Kidul (GSSK), ini Wali Kota Eri, menerima beragam aspirasi, saran dan keluhan.

Acara dikemas saarasehan ini dibagi dua sesi. Sesi pertama pukul 13.00 WIB dengan 1.255 peserta, dari Kecamatan Asemrowo, Benowo, Pakal, Tandes dan Sukomanunggal Surabaya.

Sesi kedua, pukul 16.00 WIB dan diikuti 1.304 peserta dari wilayah Kecamatan Sambikerep, Karangpilang, Dukuh Pakis dan Sawahan Kota Surabaya.

Eri berharap para RT/RW dan LPMK ini bisa benar-benar menjadi jiwa-jiwa sosial melayani rakyat.

“Kita semua bergerak dan bekerja hanya untuk kepentingan umat. Bukan untuk kepentingan wali kota, golongan maupun lainnya,” tegasnya.

Dengan pertemuan ini, diharapkan ada penyamaan visi misi dan pandangan warga dengan Pemkot Surabaya.

“Mari sinergi membangun. Kita libatkan Kader Surabaya Hebat (KSH) dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat,” tegasnya.

Terkait dana kelurahan (Dakel) 2023, Wako Eri berpesan agar penggunaan Dakel dapat mengedepankan skala prioritas.

“RT/RW dan LPMK bisa duduk bersama dengan Camat, dan Lurah. Tentukan skala prioritas secara guyup-rukun dan gotong-royong,” tukasnya.

Terkait aplikasi Sayang Warga, setiap RT akan memiliki akun untuk dapat mengetahui data kondisi warga melalui aplikasi.(kim/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com