Mojokerto, blok-a.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto terus menggaungkan gerakan literasi statistik ke berbagai kalangan. Kali ini, tim Humas BPS menyambangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto, Kamis (13/11/2025), untuk mengajak insan pers memahami pentingnya penggunaan data statistik secara benar.
Ketua Tim Humas BPS Kabupaten Mojokerto, Yeni Suryati, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Literasi Statistik dalam rangka memperingati Hari Statistik Dunia. Tujuannya, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang data dan cara penggunaannya.
“Kami ingin meningkatkan literasi statistik kepada semua pihak. Ada lima sasaran utama gerakan ini, mulai dari OPD, mahasiswa, pelajar, hingga wartawan. Dengan begitu, penggunaan data BPS bisa lebih tepat dan tidak menimbulkan misinterpretasi,” ujar Yeni.
Ia menjelaskan, kegiatan literasi ini dilakukan melalui berbagai paket kegiatan antara lain sosialisasi statistik ke organisasi perangkat daerah (OPD), kampus, sekolah-sekolah, dan kini kalangan media.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya BPS untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan digelar pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi nasional, kecuali lapangan usaha A, O, dan T. Data tersebut menjadi fondasi penting bagi penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.
Ada tiga sasaran utama sensus ini:
– Menyediakan informasi struktur ekonomi.
– Menyediakan informasi karakteristik usaha.
– Menyediakan informasi terkait ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.
Yeni menjelaskan, manfaat dari SE2026 tidak hanya untuk pemerintah, tetapi juga untuk sektor bisnis, akademisi, dan masyarakat luas.
“Bagi pemerintah, data ini akan menjadi dasar perencanaan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran. Dunia usaha bisa memanfaatkannya untuk memahami pasar dan tren industri. Sementara akademisi mendapat sumber data yang kaya untuk riset, dan masyarakat bisa ikut memantau kebijakan ekonomi secara transparan,” tuturnya.
Menurut BPS, SE2026 juga diharapkan mampu menjawab berbagai isu penting di sektor ekonomi, seperti daya saing usaha, peta perekonomian wilayah, kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional, serta perkembangan ekonomi digital dan ekonomi hijau.
Selain itu, sensus ini menjadi sarana penting bagi dunia usaha untuk menyusun strategi, mencari peluang baru, dan memperluas pasar.
“Ekonomi adalah jantung sebuah negara,” ujar Yeni.
“Detak kecil atau besar, semuanya berdampak dan saling mempengaruhi. Melalui SE2026, kita mencatat denyut ekonomi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.”(sya/lio)










Balas
Lihat komentar