Palembang, blok-a.com – Berdasarkan peraturan menteri pertanian nomor 734/KPTS/SR.320/M/09/2022 Provinsi Jawa Timur mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi 2023 untuk urea sebesar 1.002.944 ton, NPK 621.355 ton, dan NPK Formula Khusus untuk Kakao sebesar 5.467 ton.
Dari data rencana kebutuhan 2023 yang sudah terkumpul, usulan untuk urea sebesar 1.150.806 ton, NPK 1.464.014 ton dan usulan NPK Formula Khusus 1.756 ton. Untuk NPK Formula Khusus tersisa 3.711 ton yang rencananya tidak diserap.
Untuk stok pupuk bagi wilayah Jawa Timur per 5 Januari 2023 tergolong aman yakni 35.303.000 ton atau 133 persen dari ketentuan Permentan sebesar 26.568.000 ton.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ditanya kenapa bertolak menuju pabrik pupuk PT Pupuk Sriwijaya di Palembang di awal musim tanam 2023.
Dalihnya, penyaluran pupuk urea bersubsidi yang dilakukan PT Pusri ke 14 wilayah Jatim harus lancar. Dan stoknya sangat mencukupi dan sudah harus ada di gudang Pusri di Jatim.
Kata Khofifah, sejak 2021 ada 14 kabupaten – kota di Jatim yang menerima pupuk urea subsidi dari PT Pusri, harus lancar distribusi dan aman stoknya.
Yakni Kabupaten Malang, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Kota Malang, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan dan Kota Batu.
Ralisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi untuk wilayah Jatim 2021 pada 9 kabupaten dan 5 kota tersebut sebesar 170.000 dari alokasi 176.000 ton atau 96 persen.
Berlanjut di 2022 penyaluran pupuk urea bersubsidi di 14 daerah di atas meningkat pesat hingga 315.000 ton dari alokasi 331.000 ton atau 95%.
Penyaluran pupuk bersubsidi yang sangat dibutuhkan petani itu dibantu 62 distributor dan pengecer di 2.657 kios di Jatim.
“Memasuki tanggal 5 Januari 2023, penyaluran pupuk urea bersubsidi di Jatim sudah tembus 116.000 ton. Kami tentu berterima kasih kepada PT Pusri atas upaya pendistribusian pupuk bersubsidi yang sangat dibutuhkan petani ini,” kata Gubernur Khofifah saat kunjungan kerja visitasi di PT Pusri Gedung Wisma Melati Palembang, Sabtu (7/1/2023).
Gubernur Khofifah kali ini didampingi Komisaris Independen PT Pupuk Sriwidjaja KH Amiruddin Nahrawi dan Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh.
Terkait urusan pupuk untuk 14 daerah di Jatim, realisasi dan plot pupuk adalah kewenangan Kementerian Pertanian. Dinas Pertanian Jatim akan merealokasi jika ada kabupaten yang penyerapan pupuknya dinilai kurang.
“Beberapa hari lalu sudah dipastikan langsung oleh komisaris Pusri serta direktur keuangan dan umum bahwa di tempat pengepakan Pupuk Urea Pusri Palembang di Kabupaten Banyuwangi,” ujarnya.(kim/lio)










Balas
Lihat komentar