Kota Malang, blok-A.com – Wakil Wali Kota Malang mengajak HIMPSI (Himpunan Psikolog Indonesia) untuk bersama hadir bersama pemerintah untuk memberikan pelayanan dampingan psikologis untuk masyarakat kota Malang, Sabtu (15/10/2022).
Dalam kesempatan yang sama, Bung Edi sapaan akrabnya, Wakil Wali Kota Malang mengatakan beberapa tragedi dan permasalahan sosial membutuhkan kehadiran psikolog untuk pendampingan, seperti contohnya tragedi Kanjuruhan.
“Saat ini kondisi masyarakat khususnya perkotaan yang mengalami tingkatan stress tinggi, terlebih adanya permasalahan sosial dan tragedi tragedi yang tak terduga, mereka juga sadar akan pentingnya kesehatan mental, yang dinamika itu akan terus muncul,” tutur Bung Edi.
Dilanjutkan oleh Bung Edi, dalam momentum inilah perlu adanya sinergitas antar pemerintah daerah kota Malang dengan HIMPSI untuk penanganan masalah psikologis masyarakat kota Malang, baik yang disebabkan oleh adanya bencana alam ataupun bencana sosial.
“Belum lagi terkait hal hal yang bersifat tragedi kebencanaan. Maka inilah pentingnya kehadiran profesional untuk bisa bersama dengan pemerintah membantu masyarakat,” tegasnya.
Terpisah, hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua HIMPSI, Isa Wahyudi atau Ki Demang sapaan akrabnya. Ia menuturkan peran serta HIMPSI pada tragedi Kanjuruhan sangat besar.
Tak hanya itu, dalam waktu lima tahun terakhir selama masa kepengurusannya. Ia menyampaikan HIMPSI Malang telah banyak melakukan kegiatan dalam konteks pengabdian masyarakat.
“Selama lima tahun terakhir, kami berkegiatan full yang banyak sekali dilakukan dalam konteks pengabdian masyarakat. Salah satunya setiap kali ada bencana kota selalu hadir untuk memberikan pelayanan psikologis sosial,” tutur Ki Demang saat ditemui pada acara Muscab HIMPSI cabang Malang.
Lebih lanjut, Ki Demang mengatakan bahwa HMPSI juga hadir dalam penanganan psikologis korban tragedi Kanjuruhan.
Ia menuturkan sudah sebanyak 70 korban tragedi Kanjuruhan yang tengah diberikan pelayanan psikologis sosial. Hal tersebut menunjukkan kontribusi HIMPSI dalam memberikan pelayanan dampingan psikologis kepada korban dan keluarga korban tradegi Kanjuruhan.
“Pada minggu kedua ini, kami melakukan home visit ke rumah korban. Sementara data dari kami semalam (14/10), sebanyak 70 korban. Namun data tersebut akan terus mengalami perubahan mengikuti perkembangan korban,” imbuhnya.
Saat disinggung mengenai rencana HIMPSI dalam waktu dekat, Ki Demang mengaku bahwa pihaknya akan berfokus pada pemulihan korban tragedi Kanjuruhan.
“Bahkan sampai bulan Desember muskipun kepengurusan akan berganti, mungkin sampai akhir tahun kita akan berkonsentrasi pada korban Kanjuruhan,” pungkasnya.
(mg2/ptu)










Balas
Lihat komentar