Pemerintah Pusat Beri Redistribusi Tanah Serta Pendanaan untuk Optimalkan Desa Wisata Kota Batu

Desa Wisata Kota Batu
Kepala Staf Presiden, Moeldoko saat di Kota Batu, Rabu (21/09/2022) (blok-A/Putu Ayu)

Kota Batu, blok-A.com – Pemerintah pusat memberikan redistribusi kepada Kota Batu serta bantuan tunai untuk pengolahan desa wisata, Rabu (21/09/2022).

Pemerintah pusat memberikan redistribusi tanah kepada tiga wilayah kota dan kabupaten di Jawa Timur, meliputi Kota Batu, Kabupaten Malang serta Kabupaten Nganjuk.

Hal ini sesuai dengan Intruksi Presiden, redistribusi tanah tersebut nantinya akan dipergunakan sesuai dengan potensi pada wilayahnya masing masing, seperti di Desa Tulungrejo Kota Batu. Awalnya desa tersebut merupakan desa penghasil hasil kebun seperti apel, jaruk, serta sayur sayuran.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan, (Purn) Moeldoko, dalam sambutannya, Moeldoko menyampaikan intruksi presiden terkait pengelolaan redistribusi tanah.

“Presiden menekankan bukan hanya sampai di setifikat wamentri akan tetapi lakukan pendampingan masyarakat yang merima restribusi agar mereka bisa hidup dengan tanah yang mereka kelolah,” papar Moeldoko.

Terpisah, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan pembangunan desa wisata harus didasari dengan filosofi kelestarian lingkungan bukan sekedar pendirian desa wisata.

“Desa wisata itu tidak diciptakan melainkan di lestarikan, seperti jika ada sungai harus dijaga dari hulu hingga hilir. Desa wisata tersebut harus didasari dengan filoasofi kelestarian lingkungan yang ada,” jelas Abdul Halim.

Abdul Halim mengatakan redistribusi tanah tersebut merupakan bentuk dari Perpres tahun 2017 terkait dengan pencapaian percepatan undang undangan tujuan pembangunan berkelanjutan yang mengharuskan untuk memepertegas fokus desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa tanggap perubahan iklim serta desa peduli lingkungan darat.

“Ini merupakan wujud pemenuhan Perpres tahun 2017, dengan mengadakan sistem perhutanan sosial yang dilaksanakan dalam sistem hutan negara untuk meningkatkan kesejahteraan, melalui mekanisme pemberdayaan masyarakat desa,” tambahnya.

Hal yang sama disamapikan dengan Walikota Batu, Dewanti Rumpoko, wanita yang akrab dengan sapaan BuDe ini mengatakan Pemerintah Kota Batu sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Pemkot Batu sangat mendukung karena kita tau kota Batu adalah penyangga dan hulunya sungai Brantas. Jadi kelestarian alam merupakan nomer satu yang harus di perioritaskan, artinya pembangunan desa wisata tidak merusak lingkungan alami disekitarnya,” papar BuDe.

Menurutnya ketika udara situasi kondisi alamnya nyaman maka akan mendatangkan wisatawan untuk berkunjung ke kota Batu.

“Jika tercipta lingkungan dengan situasi yang nyaman saya rasa wisatawan akan betah ketika berkunjung ke kota Batu,” tambahnya.

Sebagai walikota Batu, BuDe menyampaikan masyarakat kota Batu telah menerima bantuan pemberdayaan dari lintas kementrian untuk pengelolaan yang menjadi pontensi di kota Batu.

“Disamping beberapa waktu yang lalu mendapatkan sertifikat, sekarang masyarakat diberikan bantuan tunai. Adanya bantuan bantuan tersebut diharapkan bisa dipercepat dan hasilnya bisa lebih sejahtera,” pungkasnya. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com