KABUPATEN MALANG – Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Malang telah berangsur-angsur dibuka kembali di masa transisi keteraturan hidup baru Covid-19.
Kerumunan massa pastinya ada di tempat wisata itu, sama halnya dengan kerumunan massa jika sekolah di Kabupaten Malang dibuka kembali.
Namun, nyatanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih belum berani membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih menggunakan sistem daring (dalam jaringan).
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengaku kalau tempat wisata tidak berisiko tinggi ketika kembali dibuka.
Tempat wisata berada di tempat terbuka. Selain itu, fasilitas penunjang penerapan protokol kesehatan juga disiapkan oleh pengelola wisata. Alhasil, menurut Wahyu, tempat wisata memiliki kemungkinan kecil menjadi kluster Covid-19.
“Soalnya terbuka kan. Wisata alam juga. Dan taat protokol kesehatan seperti kantin di sekitar wisata juga menyediakan tempat cuci tangan dan memberi sekat tempat duduk antar pengunjung,” tuturnya ke Blok-A saat ditemui di Gedung C kawasan pendapa Agung Kabupaten Malang.
Berbeda dengan sekolah, menurut Wahyu sekolah berada di tempat tertutup. “Dan kerumunan hanya di situ saja kan jadi riskan. Karena droplet yang mengandung virus hanya berputar di sekitar ruangan itu saja,” imbuhnya.
Selain itu, kata Wahyu, Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Tentang Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi, daerah yang boleh membuka sekolah kembali adalah daerah zona hijau atau kuning.
“Sedangkan Kabupaten Malang ini masih orange,” tutupnya.










Balas