Wilayah Meluas, Kekeringan di Kabupaten Malang Diprediksi Hingga November

Situasi kekeringan ladang persawahan di Kabupaten Malang. (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)
Situasi kekeringan ladang persawahan di Kabupaten Malang. (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

 

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Malang mulai meluas, sebanyak sembilan desa dari empat kecamatan terdampak. Kekeringan itu sendiri diprediksi akan berlangsung hingga November 2023 mendatang.

Sebelumnya, pada Sabtu (30/9/2023) kekeringan hanya terjadi di enam desa yang tersebar di tiga kecamatan. Meluasnya kekeringan itu sendiri dikarenakan belum adanya hujan di wilayah Kabupaten Malang.

Dari data yang dihimpun, sembilan desa itu tersebar di empat kecamatan diantaranya yakni, di Kecamatan Jabung terbesar di dua desa yakni, Desa Jabung dan Desa Kemiri.

Selanjutnya, di Kecamatan Singosari terjadi di Desa Klampok, di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), terdapat tiga desa, diantaranya yakni Desa Sumawe, Desa Sumberagung, Desa Kedungbanteng, terakhir di Kecamatan Kalipare, yakni berada di Desa Kalipare dan Desa Putukrejo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Nur Fuad Fuazi mengatakan, bencana kekeringan akan terjadi cukup panjang di Kabupaten Malang. Menurut prediksi kekeringan akan terjadi sampai dengan November mendatang.

“Dari perkiraan BMKG sampai awal November insya allah. Tapi kemarin kan juga sudah mulai ada hujan di Jabung, Kalipare, mudah-mudahan segera hujan,” ujar Fuad saat ditemui Minggu (15/10/2023).

Kendati demikian, Fuad menyebut, jika dibandingkan dengan tahun sebelum-sebelumnya, kekeringan di Kabupaten Malang cukup berkurang. Di tahun 2019 lalu, bencana kekeringan di Kabupaten Malang melanda belasan desa.

Menurutnya, berkurangnya wilayah yang mengalami kekeringan disebabkan karena beberapa faktor. Di antaranya karena tersedianya sistem penyediaan air minum (SPAM).

“Karena beberapa desa yang dulu sempat kekeringan parah, itu sudah terlayani dari SPAM maupun dari Pamsimas (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat),” terangnya.

Lebih lanjut, untuk memenuhi ketersediaan air besih, BPBD Kabupaten Malang terus menguapayakam untuk menyuplai dengan mengirimkan puluhan ribu liter air di desa yang terdampak setiap harinya.

“Setiap desa kita gelontorkan sebanyak 15 ribu sampai 20 ribu liter air setiap harinya. Jika dijumlah, sejak satu September sampai dengan 15 Oktober kemarin sebanyak 2.569.100 liter air yang telah disalurkan,” urainya.

Fuad menambahkan, ada dua desa yang berpotensi kekeringan diantaranya yakni berada di Kecamatan Sumawe Desa Sitiarjo dan di Kecamatan Kalipare di Desa Sumberpetung.

“Keduanya masih info awal, kita masih akan lakukan asesment. Selanjutnya, kita koordinasikan juga dengan PDAM dan asesment bareng untuk wilayah Sumawe,” pungkasnya. (ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?