Warna-warni Manunggal Art Fest, Pameran Seni Lukis Gagasan Kafe Capitol

Manunggal Art Fest di Kafe Capitol digelar selama Bulan April
Manunggal Art Fest di Kafe Capitol digelar selama Bulan April - Foto: Nanda Monica

KOTA MALANG – Kafe Capitol, Jalan Manunggal No. 3 hari ini (9/4) tampak berbeda. Coffee shop berkonsep speak easy itu menggelar pameran seni “Manunggal Art Fest” selama Bulan April. Sementara 9-11 April, digelar berbagai rangkaian acara untuk menarik pengunjung.

Tampak 12 lukisan yang digarap oleh 3 seniman berjajar. Pameran seni yang digelar dengan protokol kesehatan itu bertema ‘Harlem Renaissance’. Tema tersebut menceritakan masa keemasan seni budaya African-American di Kota New York.

Emir Muharamsyah selaku salah satu Owner Kafe Capitol mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk memberi ruang para pekerja seni di Malang.

“Pekerja seni di Malang tuh banyak, dan ini merupakan salah satu movement dari kami untuk menghargai dan memberikan ruang bagi pekerja seni. Selain itu, ini bukan pertama kalinya di Capitol buat pameran seni seperti ini, sebelumnya kami sudah pernah membuat pameran seni walaupun masih bertema motor sih,” ungkap Emir.

Salah satu seniman, Alfian Roesman mengungkapkan rasa bahagianya bisa membagikan karya lukis yang dipilihnya untuk dipamerkan. Ya, di masa pandemi, Alfian mengaku ruang memamerkan seni sangat terbatas.

“Tema yang dipilih cocok dengan suasana dan konsep dari Capitol sendiri,” ujar Alfian.

Lukisan-lukisan yang dipajang memiliki beragam makna.

Mulai dari lukisan yang berjudul Girl In The Light yang dibuat oleh Fahmi Wahyu. Lukisan sosok tanpa rambut ini mengisahkan individu yang keluar dari kegelapan. Tokoh dalam lukisan Fahmi yakin akan ada kehidupan yang damai dan indah.

Lukisan 'Girl In The Light' karya Fahmi Wahyu
Lukisan ‘Girl In The Light’ karya Fahmi Wahyu

Kemudian ada lukisan dari Benigno Adib yang berjudul Bert Williams. Karya tersebut mengisahkan Bert Williams, orang African American pertama yang berhasil tampil di Broadway. Dikisahkan Bert adalah orang terlucu dipanggung, namun dibaliknya merupakan sosok yang menyedihkan.

Lukisan 'Bert Williams' karya Benigno Adib
Lukisan ‘Bert Williams’ karya Benigno Adib

Ada pula lukisan Azroi Adif yang mengisahkan ide mengenai Adam dan Hawa. Rupa lukisan itu bak wayang berwarna hitam.

Lukisan 'Adam & Hawa' Azroi Adif karya
Lukisan ‘Adam & Hawa’ Azroi Adif karya

Jika Anda penasaran dengan karya-karya mereka, datang langsung ya ke Kafe Capitol. Acara ini gratis kok!

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

IT Support dan editor support, sesekali menulis artikel dengan topik favorit seputar sosial-budaya dan gaya hidup.