Viral Warga Buang Sampah di Sungai Brantas Dinilai Kelalaian BBWS & PJT 1 Malang

screenshot 20221223 144005 chrome
Tangkapan layar warga Kampung Warna-warni Jodipan Kota Malang diduga buang sampah di Sungai Brantas (Twitter)

Kota Malang, blok-a.com – Viral seorang warga diduga di Kampung Warna-warni Jodipan Malang membuang sampah di Sungai Brantas.

Aksi itu terekam dalam sebuah video berdurasi 31 detik di media sosial.

Menanggapi hal tersebut Direktur Asosiasi Komunitas Sungai (AKSI) Nusantara, Prigi menilai bahwa warga bisa buang sampah sembarangan itu karena suatu kelalaian.

Seharusnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Perum Jasa Tirta I Malang tidak lalai. Kedua instansi itu harusnya mampu menjaga warga agar tidak buang sampah di aliran Sungai Brantas.

“Pengelola sungai harus bisa menjaga Brantas agar warga tidak buang sampah ke sungai,” ujar Prigi, Jumat (23/12/2022).

Prigi juga mempunyai solusi atas kejadian itu. Seharusnya BBWS dan PJT 1 berkomunikasi ke Pemkot Malang hingga Gubernur Jawa Timur.

Tujuannya agar disediakan tempat sampah yang layak.

Pemkot Malang juga seharusnya mampu mengedukasi warganya supaya mampu mengelola sampah di kampungnya.

“Sediakan tempat sampah yang layak untik warga. Tentu juga Pemkot harus bisa mengalokasikan anggaran untuk pengelolaan sampah warga bantaran sungai. BBWS dan PJT I sebagai pengelola sungai harusnya malu juga. Karena tak bisa jaga Brantas bersih dari sampah,” paparnya.

Sementara itu, warga di sekitaran aliran Sungai Brantas di Kampung Warna-warni Jodipan memang tidak sepenuhnya sadar akan pentingnha menjaga sungai Brantas.

“Padahal ada tempat sampah di sana. Berarti perlu ada tindakan law enforcement dari pemerintah setempat terhadap oknum yang membuang sampah di sungai serta dukungan layanan fasilitas yang memadai,” kata dia.

Bahkan sampah yang dibuang di aliran Sungai Brantas itu kebanyakan didominasi oleh sampah plastik. Dampaknya plastik itu sulit diurai dan mengancam kehidupan ekosistem di sungai.

Hal itu berdasarkan studi yang pernah dilakukan Alaika dan rekan-rekannya.

“Dampak panjangnya terjadi kepunahan massal ikan,” tutupnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.