MALANG – Dinas Kesehatan Kota Malang mengaku siap menyambut program vaksinasi Covid-19. Saat ini pihaknya masih menunggu keputusan peraturan Menteri Kesehatan.
“Perpres sudah ada. Nunggu peraturan Menteri Kesehatan,” tukas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, Senin (12/10).
Untuk menjaga akuntabilitas pengadaan vaksin, maka vaksin yang dibayarkan pemerintah maupun yang mandiri tetap harus melalui Bio Farma, sebagai BUMN yang ditunjuk untuk pengadaan vaksin.
“Vaksin iya masih dalam proses. Sudah ada kan, tapi masih dalam tahap pengujian,” tambah Husnul.
Untuk akhirnya bisa diimplementasikan ke lapangan, vaksin harus melalui beberapa tahap uji coba terlebih dahulu. Oleh karena itu daerah harus bersabar.
“Nanti ada pengujian yang akan dilakukan oleh Bio Farma. Selesai uji klinis, disampaikan BPOM untuk ijin edarnya. Intinya sekarang semua daerah menunggu,” tambah pria berkacamata itu.
Jika ijin edar sudah keluar dan hasilnya final, maka masyarakat luas bisa mendapat vaksin.
Untuk di Kota Malang, nantinya Dinas Kesehatan Kota Malang yang akan jadi garda terdepan dalam distribusi. Puskesmas-puskesmas sebagai UPT (Unit Pelaksana Teknis) di tiap kecamatan bisa jadi akan disiagakan dan dilibatkan dalam prosesnya.
“Tentu nanti (distribusinya) di layanan kesehatan, baik yang ditunjuk oleh pemerintah ataupun layanan kesehatan yang lain,” tutupnya.
Kepastian pelaksanaan program vaksinasi ini datang karena tiga produsen vaksin Covid-19 dari China sudah menyanggupi penyediaan jutaan dosis untuk Indonesia. Pertama, Cansino yang menyanggupi 100,000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.
Kedua, G42/Sinopharm yang juga menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Dimana, 5 juta dosis awal akan mulai datang pada bulan November 2020.
Ketiga, Sinovac yang menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020. Dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.
Sementara itu, untuk tahun 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose) dan Sinovac 125 juta (dual dose).
Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.
Ketiga perusahaan tersebut diketahui sudah masuk pada tahap akhir uji klinis tahap ke-3 dan dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.
Cansino melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Arab Saudi, Rusia dan Pakistan. G42/Sinopharm melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Uni Emirat Arab (UEA), Peru, Moroko dan Argentina. Sementara itu Sinovac melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Indonesia, Brazil, Turki, Banglades, dan Chile.
Emergency Use Authorization dari Pemerintah Tiongkok telah diperoleh ketiga perusahaan tersebut pada bulan Juli 2020. Pemerintah UAE ikut memberikan emergency use authorization kepada G42/Sinopharm.
Masih belum jelas berapa harga vaksin ini, namun yang pasti Menkes menegaskan jika para garda terdepan dan yang tidak mampu secara ekonomi akan dibayarkan vaksinnya oleh Pemerintah. Soal kehalalan vaksin, tim inspeksi yang terdiri dari unsur BPOM, Kementerian Kesehatan, MUI, Bio Farma akan bertolak ke Tiongkok pada tanggal 14 Oktober 2020 untuk melihat kualitas fasilitas produksi dan kehalalan vaksin produksi Sinovac, dan Cansino.
Sebagai informasi, Kementerian Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia bakal dimulai pada awal November 2020. Indonesia akan mengandalkan vaksin buatan China untuk mengusir korona dari Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan pun kini sedang melakukan persiapan detail untuk program vaksinasi ini. Prioritas pertama yang mendapatkan vaksin adalah tenaga kesehatan termasuk medis dan paramedis, pelayanan public, seluruh tenaga pendidik, TNI/Polri, dan seluruh aparat keamanan yang berada di garis terdepan penanganan Covid-19.
Menkes dan jajarannya juga menyiapkan program vaksinasi Covid-19 dan mengambil langkah untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia dan akan segera melakukan simulasi di beberapa puskesmas. Sejak akhir September 2020 juga telah dilaksanakan pelatihan kepada tenaga kesehatan mengenai tata cara vaksinasi Covid-19.




