Banyuwangi blok-a.com – Ustadz FZ yang diduga mencabuli santrinya di Ponpes-nya mangkir dari panggilan polisi. Polisi pun kembali melayangkan panggilan ke dua, Rabu (29/6/2022).
Kapolresta Banyuwangi, AKBP Deddy Foury Millewa melalui Kasi Humas, Iptu Lita Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan agar yang bersangkutan (Ustadz FZ,red) untuk hadir memenuhi panggilan dari penyidik. Namun yang bersangkutan tidak hadir.
“Kami sudah panggil Ustadz FZ, tapi dia nggak hadir, kita tunggu 24 jam. Jika masih belum hadir, kami layangkan panggilan kedua,” kata Iptu Lita.
“Seharusnya pada Selasa (28/602022) Ustadz memenuhi panggilan,” imbuhnya.
Iptu Lita menjelaskan, pemanggilan Ustadz FZ tersebut terkait dugaan tindakan pencabulan anak dibawah umur.
“Pemanggilan Ustadz FZ itu terkait laporan dugaan pencabulan dari beberapa korban yang masih dibawah umur,” terangnya.
Lita Kurniawan mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini sudah memeriksa 8 orang saksi, dan mengumpulkan alat bukti.
“Kita matangkan rangkaian penyidikan baik saksi maupun pengumpulan alat buktinya, termasuk hasil visum et repertum,” ungkapnya.
“Panggilan ini untuk mengklarifikasi kebenaran laporan tersebut,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Ustadz FZ pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh dilaporkan oleh orang tua santri atas dugaan tindakan pencabulan.
Ustadz FZ adalah seorang tokoh di Banyuwangi, selain dia seorang pengasuh Ponpes, ia juga mantan ketua DPC salah satu Parpol, dan pernah menjabat sebagai anggota DPRD Banyuwangi, dan anggota DPRD Provinsi Jatim.
Bahkan, terkait laporan beberapa santri yang menjadi korban dugaan pencabulan tersebut, asosiasi Ponpes Banyuwangi bersama PCNU Banyuwangi langsung menggelar pernyataan sikap.
Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Ali Makki Zaini menegaskan, dugaan pencabulan itu masalah pidana, dan tanahnya polisi untuk mengusut permasalahan ini. Namun, tidak ada hubungannya dengan Ponpes.
“Tindakan FZ itu tidak hubungannya dengan Ponpes. Maka dari itu wali murid atau wali santri harus bijak dalam menyikapi masalah ini,” pintanya. (Aras Sugiarto)










Balas