KABUPATEN MALANG – Polres Malang berhasil mengungkap siapa pembunuh Adit Pratama (14), remaja asal Kalipare yang mayatnya ditemukan Senin (30/1) di ladang Singkong daerah Kecamatan Tirtoyudo.
Pembunuhnya adalah teman Adit, yakni Santoso (20). Santoso membunuh Adit setelah nongkrong di warung kopi di Pasar Peteng Kecamatan Kalipare Jumat (27/11).
Santoso pun nampaknya hampir berhasil menghilangkan jejak pembunuhan itu. Selama kurang lebih tiga hari, ia tidak ditangkap ataupun diduga melakukan pembunuhan sebelum Senin (30/11) malam kemarin.
Meskipun begitu, Santoso mengaku tidak bisa tidur selama tiga hari setelah melakukan aksi kejinya. Ia pun menghabiskan tiga harinya dengan tidak tenang karena memikirkan apa yang sudah dilakukannya terhadap Adit.
“Aku mek di omah tok lek gak yo nang kebon (Saya cuma di rumah saja kalau gak ke kebun). Tapi balek maneh (tapi yo balek maneh) nang omah. Aku yo gak iso turu (saya juga tidak bisa tidur),” tutur Santoso ke Blok-A sebelum rilis kasus di Mako Polres Malang, Selasa (1/11).
Santoso yang bekerja serabutan itu pun menjelaskan, ia pun juga menolak beberapa ajakan untuk ke warung kopi selama tiga hari tersebut. Padahal biasanya ia kerap kali untuk menghabiskan malam di warung kopi.
“Yo biasa e ngopi tapi wingi iku gak gelem aku (ya biasanya kalau malam itu ngopi diajak temen. Tapi kemarin aku gak menerima ajakan teman untuk ngopi. Aku dek omah tok (di rumah saja aku),” kata ia.
Selama tiga hari itu pun, ia berpikir. Santoso merasa menyesal melakukan perbuatan tidak terpujinya. Membunuh dengan mencekik Adit.
“Lek iso dibaleni maneh yo gak gelem (kalau bisa waktu dikembalikan aku ya gak mau melakukan pembunuhan). Nyesel (saya menyesal melakukan pembunuhan),” tuturnya.
Bukan tanpa alasan Santoso menyesal. Pasalnya, Santoso mengaku juga baru pertama kalinya bertemu dengan Adit di warung kopi itu.
“Aku yo baru kenal. Yo waktu ngopi itu aku tersinggung dan marah diejek kayak ngono,” tutupnya.
Sebagai informasi, Santoso membunuh Adit memang karena dasar tersinggung. Santoso marah kepada Adit karena Adit memamerkan smartphone barunya ke Santoso.
Yang membuat marah adalah Adit juga mengejek Santoso adalah orang miskin dan tidak mampu membeli smartphone. Akibat perkataan itulah Santoso langsung menghabisi Adit di ladang singkong.










Balas