KOTA MALANG – Di penghujung tahun 2020, Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua profesor baru. Keduanya adalah Prof. Dr. Drs. Kusdi, DEA dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) dan Prof. Dr. Ir. As’ad Munawir, MT dari Fakultas Teknik (FT).
Keduanya dikukuhkan pada Selasa (29/12) di Gedung Widyaloka UB. Kusdi dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang Ilmu Organisasi dan Sumber Daya Manusia di FIA. Sedangkan As’ad Munawir dikukuhkan sebagai profesor di bidang Ilmu Geoteknik FT.
Kusdi dan As’ad Munawir dikukuhkan sebagai profesor ke-273 dan 274 yang dihasilkan UB.
As’ad Munawir berpidato ilmiah mengenai “Mitigasi Bencana Longsor Menggunakan Bahan Bambu Untuk Tiang Komposit Sebagai Solusi Inovatif Perkuatan Lereng”.
Hal ini ia pilih mengingat laju urbanisasi mulai menyasar wilayah lereng. Wilayah itu rawan menghadapi bencana longsor.
Bambu dianggap sebagai alternatif dalam mengatasi permasalahan di lereng. Pemancangan tulangan bambu pada tiang komposit beton pada puncak lereng atau pada lerengnya diharapkan mampu meningkatkan stabilitas lereng.
“Bilah bambu digunakan sebagai penguat tiang komposit beton. Itu mampu mencegah dan menghambat terjadinya longsor pada lereng,” simpulnya.
Sementara Kusdi menyampaikan pidato ilmiah mengenai “Rancangan Organisasi Sarang Laba-laba dan Sumber Daya Manusia untuk Industri 4.0”.
Dalam analisisnya, rancangan organisasi dibayangkan seperti sarang laba-laba. Hal ini dilakukan mengingat struktur organisasi juga berubah mengikuti perkembangan teknologi yang masif.
Ia menggambarkan perubahan lingkungan menuntut perusahaan menjadi lebih ramping dan lincah. Ia juga membahas penggunaan teknologi membuat peran karyawan bergeser.
Itu membuat pelaku usaha maupun industri menyesuaikan era industri 4.0 yang mensyaratkan penguasaan mumpuni akan teknologi.
“Itu membutuhkan tenaga yang terampil dan berpengetahuan. Mereka dituntut untuk selalu meningkatkan hal tersebut,” terang Kusdi.










Balas
Lihat komentar