‘Trauma’ Kecolongan, PDAM Kota Malang Bakal Pasang CCTV di Ruang Pengisian Solar

Dirut PDAM Nor Muhlas dan Wali Kota Malang Sutiaji saat memantau kualitas air
Dirut PDAM Nor Muhlas dan Wali Kota Malang Sutiaji saat memantau kualitas air - Foto: Pungky Ansiska

KOTA MALANG – Pemerintah Kota Malang berbenah diri setelah kejadian tercemarnya air PDAM Kota Malang. Sebelumnya, air PDAM Kota Malang beberapa hari yang lalu terdeteksi memiliki aroma minyak atau solar.

Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi mengusulkan untuk pengadaan kamera CCTV di sekitar ruang pengisian solar untuk bahan bakar diesel pompa air. Tujuannya tentu untuk keamanan dan kejadian tumpahnya solar bisa diantisipasi lebih dini.

“Pengamanan di objek vital ini perlu ditingkatkan. Di sana belum ada CCTV. Dan seharusnya ada CCTV supaya ada yang memantau dan meminimalisir terjadinya hal seperti kemarin,” kata Arief.

Arief juga melanjutkan CCTV tersebut nantinya juga akan tersambung langsung ke Direktur PDAM Kota Malang dan juga Wali Kota Malang sekaligus.

“Supaya bisa memantau secara real time dan langsung mengantisipasi kejadian itu terulang. Karena masyarakat banyak yang dirugikan dalam kejadian tercemarnya air kemarin,” tuturnya.

Sementara itu, Arief juga menilai pengadaan CCTV ini bakal membantu penjagaan di sekitar ruang pengisian solar.

Pasalnya, satpam yang menjaga di ruangan tersebut dinilai kurang efektif. Alasannya adalah satpam tidak bisa mengawasi langsung kinerja petugas di ruangan tersebut.

“Dan nanti CCTV ini diharapkan akan membantu dan mengawasi petugas agar kejadian ini tidak terulang,” tuturnya.

Terpisah Direktur PDAM Kota Malang, M Nor Muhlas setuju usulan Arief. Muhlas akan segera memasang CCTV di sejumlah titik yang vital.

“Namun dimana detailnya itu masih kami bicarakan dan mungkin Senin (16/11) ketika hari kerja kami baru mulai melakukan pemasangan,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebelumnya pelanggan air PDAM Kota Malang beberapa hari lalu mengeluh kualitas air yang dialirkan bau minyak. Ternyata aroma itu adalah solar yang tumpah karena tangki pengangkut solar kelebihan muatan saat mengisi mesin pompa air.

Muatan tangki tersebut adalah 1000 liter. Tapi setelah diselidiki ternyata yang diangkut dalam tangki tersebut 3000 liter.

Di berita sebelumnya, atas kelebihan muatan ini, PDAM Kota Malang menduga ada unsur kesengajaan dari pihak luar. Oleh PDAM Kota Malang melapor ke Polres Malang untuk mengusut siapa yang berperan atas dugaan sengaja mencampur solar dan air warga Kota Malang itu.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com