Tim Doktor Mengabdi (DM) Bawean Universitas Brawijaya diketuai Dr. Budi Waluyo, S.P., M.P. beserta Ir. Sukandar, MP, dan Sugiono, S.T., M.T., Ph.D melibatkan 5 mahasiswa dari berbagai bidang ilmu untuk melakukan kegiatan pengembangan kawasan penyangga pariwisata di Desa Diponggo, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.
Salah satu program yang dilakukan yaitu Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
P2L menjadi salah satu program agar setiap keluarga memiliki kebun sayur di pekarangan rumahnya dengan tujuan dapat memenuhi kebutuhan sayur secara mandiri.
Dalam P2L, tim DM melakukan kegiatan pendampingan seperti pelatihan pembibitan dan workhop budidaya sayuran, workshop pencegahan hama tanaman, perbaikan kebun bibit desa serta perluasan kawasan rumah pangan lestari.
P2L dilakukan dengan pembuatan kebun sayur yang dilaksanakan menerapkan Participatory Rural Appraisal (PRA).
PRA melibatkan masyarakat dalam mengamati, merencanakan, dan melaksanakan program sehingga muncul kemandirian dan kekuatan mengelola.
Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan mulai bulan Agustus 2020 sampai dengan November 2020 dengan aktifitas persiapan lahan, penanaman hingga panen.
“Kebun sayur didesain atas dasar partisipasi masyarakat Diponggo menyediakan kebutuhan sayuran sehat dan menyehatkan secara mandiri yang dihasilkan di pekarangan,” kata Rosabela mahasiswa magang dari Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UB yang menjadi koordinator lapang P2L pada kegiatan DM Bawean.
Sekretaris Desa Diponggo Nur Azizah, berharap program P2L di Desa Diponggo menjadi pionir masyarakat Bawean dalam upaya menyediakan sayuran dan pangan sehat bergizi dari pekarangan untuk kebutuhan sendiri serta mendukung pariwisata di Pulau Bawean. (BDI/Humas UB)









Balas
Lihat komentar