KOTA BATU – Museum Angkut menyimpan lebih dari 300 jenis model alat angkut dari berbagai zaman. Tak hanya alat angkut dengan mesin, namun ada juga alat angkut tradisional dari Indonesia seperti cikar dari Tuban.
Cikar merupakan salah satu alat transportasi tradisional bagi para petani di zaman dahulu sebelum kendaraan mesin muncul. Kini, alat transportasi ini cikar ini sudah sedikit digunakan dan semakin tergantikan oleh zaman.
Namun ternyata, cikar masih banyak digunakan oleh sebagian besar petani yang ada di Desa Wadung, Kecamatan Jenu kabupaten Tuban, sebagai alat transportasi menuju sawah dan ladang.
Di Desa Wadung sendiri contohnya, hanya tersisa beberapa cikar yang masih terpajang. Sayangnya, semua cikar tersebut sudah terlalu kuno dan sudah tidak lagi dipakai untuk angkutan.
Selain itu, cikar juga membutuhkan dua sapi yang kuat dan besar. Di beberapa daerah di Tuban, seperti Desa Wadung, sudah jarang ada yang punya sapi-sapi seperti itu karena harganya yang mahal dan pakannya yang semakin sulit.
Selain digunakan sebagai alat transportasi, cikar juga biasa dimanfaatkan oleh para petani untuk mengangkut hasil panen, mengangkut pupuk, hingga rombongan.
Cikar dulunya dibuat dan didesain sedemikian rupa untuk alat transportasi, karena pada waktu itu juga jalanannya belum sebagus kondisi saat ini yang sudah diaspal.
Saat ini, para petani lebih memilih kendaraan bermotor untuk ke ladang karena lebih murah, cepat dan efisien. Meski begitu, cikar tetaplah menjadi warisan budaya nenek moyang di mata masyarakat Tuban.
JIka Anda berkunjung ke Museum Angkut, Anda bisa menemukan cikar Tuban ini di lantai 2 zona Hall. Selain cikar Tuban, Anda juga bisa melihat beragam alat angkut tradisional lainnya dari seluruh Indonesia, seperti becak, kereta kencana, dan masih banyak lagi.










Balas
Lihat komentar