Terdampak Retakan dan Jalan Ambles, 14 Warung di Payung 1 Terpaksa Ditutup

Warung Di Payung
Warung di Payung - Foto : Pungky Ansiska

KOTA BATU – 14 warung yang ada di Jalan Brigjen Moh Manan (Payung 1) Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu Kota Batu terpaksa ditutup karena adanya retakan tanah. Selain itu, keretakan jalan dan penurunan tanah di kawasan tersebut juga berimbas pada dua warung yang mengalami kerusakan di dinding dan musholla Payung 1 ambles.

Ketua Paguyuban Jagung Bakar Wisata Payung Kota Batu, Ani Wahyu Wijayanti mengatakan, dari total 61 warung yang ada di Payung, sekitar 14 warung terpaksa harus ditutup sementara.

“14 pemilik warung ini sudah setuju dengan keputusan dari pemerintah untuk menutup warungnya sementara waktu. Ini kan demi keselamatan bersama dikhawatirkan ada kejadian yang tidak diinginkan,” jelasnya, Rabu (17/2).

Dengan adanya penutupan warung tersebut, nantinya pemerintah akan memberikan sembako dan penarikan retribusi juga ditiadakan. “Saya memang dapat kabar seperti itu. Tapi sampai saat ini kami belum ada pertemuan dengan dinas terkait persoalan ini,” imbuhnya.

Menurut Ani retakan di kawasan tersebut telah terjadi sejak satu minggu yang lalu. Bahkan beberapa pengunjung yang datang pun sempat khawatir dan ngeri melihat kondisi tekstur tanah yang ambles.

“Kalau warung yang benar-benar terdampak ada 2. Di depan warung jalannya ambles dan satunya lagi kamar mandinya rusak bahkan temboknya terbelah. Tentu pengunjung merasa khawatir ketika berada di warung,” beberny Ani.

Untuk mengantisipasi retakan dan penurunan tanah semakin parah, akhirnya pemerintah memilih untuk membatasi kendaraan bertonase besar masuk kawasan tersebut. Selain itu pengalihan jalur alternatif dan sistem buka tutup jalan area Payung juga diterapkan. Apalagi saat curah hujan tinggi penutupan jalan akan dilakukan. Namun hal ini juga membuat wisata di Payung semakin sepi dari pengunjung.

“Selama PPKM ini sudah sangat sepi, karena ramainya di sini malam. Apalagi ditambah kejadian ini (retakan tanah). Jadi, tambah sepi lagi. Tapi mau bagaimana lagi, kami hanya bisa pasrah,” pungkasnya.

Diketahui retakan dan tanah ambles yang terjadi di Payung 1 susah terjadi sejak satu minggu lalu. Bahkan BPBD Provinsi bersama Dishub Provinsi dan PUPR Provinsi Jawa Timur sempat melakukan peninjauan untuk melihat kondisi jalan.

Sementara untuk dimensi rertakan jalan bervariasi, antara panjang 46 meter, lebar rekahan mulai 3 sentimeter sampai 15 sentimeter. Akibatnya, struktur bangunan retak dan rusak. Sepanjang pinggir jalan area warung juga ada retakan dan tanah ambles.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com