Bojonegoro, blok-a.com – LSM Link Kontrol menyoroti hasil pembangunan Puskesmas Tanjungharjo di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
Hal itu lantaran didapati adanya pegeseran pada tembok pagar. Padahal, pagar tersebut baru dibangun beberapa bulan lalu.
Ketua LSM Link Kontrol, Hariri Muhartono menduga proyek senilai kurang lebih Rp789 juta untuk pengurukan serta Rp597 juta pembangunan pagar tersebut tidak sesuai realisasi dan terkesan asal jadi.
“Tembok pagar bagian depan sebelah timur ada pergeseran. Jika dilihat secara langsung pasti terlihat,” ujarnya Selasa (07/05/2024).
Terlebih, menurutnya, pengurukan tanah di lokasi tersebut terkesan asal menguruk saja tanpa ada pemadatan.
Padahal, dalam pengurukan tanah seharusnya disesuaikan dengan pondasi pagar halaman.
“Saya sayangkan, uang segitu banyaknya dalam hal pengerjaan terkesan asal-asalan belaka,” tegasnya.
Terpisah, Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Imam Wahyudi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan, sesuai perpanjangan kontrak 50 hari, proyek pembangunan tersebut tuntas di akhir Januari 2024.
“Pengerjaan pembangunan pagar dibuat deinstalasi. Dengan tujuan bila ada kerusakan tidak berdampak pada semua pagar,” tuturnya.
Lebih lanjut, perihal pengurukan lahan, menurutnya, sudah ada pemeriksaan dari Badan Pemerika Keuangan (BPK).
Sedangkan pembangunan tembok bagian belakang bakal dilanjutkan pada tahun ini.
“Pembangunan pagar dari dana sebelumnya hanya bagian depan serta samping kanan, kiri saja,” ujarnya.
Tahun ini, pihaknya juga mengaku masih akan melanjutkan tahap pembangunan lanjutan.
“Tembok bagian belakang rencananya dilanjutkan tahun ini sekalian dengan pavingnya,” imbuhnya.(sil/lio)









