KOTA BATU – Museum Angkut tidak hanya menyimpan mobil dan motor sebagai koleksi alat angkutnya. Selain yang menggunakan tenaga mesin, banyak juga yang tradisional seperti Llama Glama, tunggangan masyarakat Inka di pegunungan Andes.
“Llama atau penyebutannya Lama Glama ini merupakan salah satu alat angkut dari penjuru dunia yang kita simpan patung lilinnya disini. Museum Angkut ingin mengedukasi pengunjung juga, bahwa alat angkut sebelum mobil dan sejenisnya itu ada yang tradisional juga,” terang Indri Novita, Guest Relation Officer Museum Angkut.
Llama atau Lama Glama merupakan satwa khas Amerika Selatan. Llama menjadi satwa keluarga camelidae dengan rambut tipis. Status konservasi dari Llama sendiri adalah satwa yang sudah dijinakkan.
Satwa Llama merupakan jenis yang sangat sosial. Mereka biasa hidup dengan Llama lainnya dan membentuk sebuah kawanan. Llama juga dikenal karena bulu wolnya yang halus dan lembut serta bebas Lanolin, bagus untuk dijadikan mantel bulu atau kerajinan lainnya.
Llama juga merupakan teman manusia yang cukup pintar. Setelah beberapa kali diajarkan tentang pengulangan-pengulangan perintah tertentu, Llama akan dengan cepat memahaminya.
Hingga saat ini, Llama menjadi alat angkut tradisional yang biasa digunakan sebagai pengangkut barang oleh masyarakat Inka dan daerah sekitar pegunungan Andes. Nama Llama sendiri diambil dari nama penduduk asli Peru, Amerika Selatan.
Satwa Lama Glama ini bisa mencapai tinggi 1,6 meter hingga 1,8 meter dengan bobotnya 127 kilogram hingga 204 kilogram. Saat menggunakan tas, mereka dapat membawa sekitar 25 hingga 30 persen berat tubuhnya untuk jarak 8 hingga 13 km (5–8 mil).
Pengunjung Museum Angkut dapat menemukan alat angkut Llama ini di area zona Hall lantai dua. Selain Llama, pengunjung akan dipertunjukkan alat angkut tradisional lainnya dari berbagai negara seperti sejenis dokar, becak, dan masih banyak lagi.










Balas
Lihat komentar