BLOK-A – Google tampaknya terus meningkatkan layanan dan fitur-fiturnya untuk memberikan informasi berupa data yang bermanfaat selama pandemi corona ini, salah satunya Google Maps.
Nantinya, Google Maps akan menambahkan layer baru untuk menunjukkan lokasi atau wilayah yang memiliki kasus virus corona paling parah.
Dilaporkan oleh peneliti aplikasi Jane Manchun Wong, lewat akun Twitternya ia membeberkan temuannya berupa layer peta baru yang sedang dikerjakan Google. Layer baru yang dinamai Covid-19 ini akan muncul di samping opsi untuk transit, lalu lintas, bersepeda, 3D dan street view.
Saat fitur digunakan, layer peta Covid-19 di Google Maps akan menunjukkan garis yang lebih berbeda antara negara bagian di AS dan kemudian menyoroti warna di mana kasus virus corona tersebut terjadi lebih parah.
Dilansir dari 9to5Google, Senin (7/9), belum ada keterangan lebih lanjut terkait bagaimana Google bakal menandai wilayah dengan kasus corona terparah, namun pada sebuah tangkapan layar, kasus corona dijelaskan seperti yang ditampilkan pada situs CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika).
Untuk informasi ini, Google mengambil sumber data dari New York Times, Wikipedia, Universitas Johns Hopkins, dan Brihanmumbai Municipal Corporation. Saat ini fitur tersebut baru tersedia di AS dan kemungkinan Kanada.
Namun dengan penggunaan data yang juga berasal dari India, menyiratkan bahwa ketersediaan fitur tersebut akan lebih luas. Meski tidak dijelaskan kapan akan dirilis, ini bukan langkah pertama yang dilakukan Google untuk membantu pengguna Google Maps tetap aman selama pandemi Covid-19.
Google juga telah memberikan pesan pengingat tentang penggunaan masker, menunjukkan rincian tentang restoran yang menawarkan pengantaran/pengiriman, menambahkan pesan peringatan saat mencari lokasi medis, dan sebagainya.










Balas