hukum jepang
Prof Dr H M Mahfud MD. (KOMPAS FOTO)

Survei LSI: Publik Lebih Percaya Mahfud MD Ketimbang DPR Soal Transaksi Janggal Kemenkeu

blok-a.comHasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkap bahwa publik lebih memercayai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ketimbang DPR terkait laporan transaksi janggal Rp349 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Transaksi janggal Rp349 triliun yang pertama kali diungkap oleh Mahfud MD beberapa waktu lalu menggegerkan publik.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR dengan Mahfud MD dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana turut menambah polemik atas kasus tersebut.

Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) teranyar menunjukkan 35,5% responden tahu dan mengikuti isu tersebut, sementara 64,5% mengaku tidak tahu. Dari yang mengetahui, 67,6% di antaranya percaya terhadap isu ini.

Baca Juga: Survei LSI: Tingkat Kepercayaan Publik ke KPK Turun, Polri Naik

“Di antara yang tahu, 67,6% percaya ada aliran dana yang tidak wajar tersebut, 18,1% tidak percaya, sisanya tidak tahu/tidak jawab,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam rilis survei bertajuk Kepercayaan Publik Terhadap Lembaga Penegakan Hukum, Isu Piala Dunia U-20, Aliran Dana Tak Wajar di Kemenkeu, Dugaan Korupsi BTS, dan Peta Politik Terkini yang digelar daring, Minggu (9/4/2023).

Djayadi melanjutkan, dari 35,5% responden yang mengetahui kabar transaksi janggal tersebut, sebanyak 50% mengetahui pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bahwa transaksi itu tidak sepenuhnya berasal dari Kemenkeu.

Dari jumlah yang tahu, 66,7% percaya dengan pernyataan Sri Mulyani, 24% tidak percaya, dan sisanya tidak jawab/tidak tahu. S

elain itu, kata Djayadi, sebanyak 43,9% masyarakat juga mengetahui soal RDP yang digelar Komisi III DPR dengan Mahfud MD dan Kepala PPATK pada 29 Maret 2023 lalu, mengenai Rp349 triliun transaksi janggal itu.

Dari yang mengetahui, mayoritas mengaku lebih percaya pada Mahfud MD.

“Di antara yang mengikuti itu, kami tanyakan mana yang lebih dipercaya. Mayoritas menyatakan, masyarakat lebih percaya kepada Mahfud,” katanya.

Djayadi menguraikan, responden yang percaya kepada Mahfud sebanyak 63,3%. Sedangkan 3,6% responden percaya kepada DPR, 16,5% percaya keduanya, 10,1% tidak percaya keduanya, dan 6,5% tidak tahu/tidak menjawab.

Sebagai informasi, survei dilakukan pada 31 Maret-4 April 2023. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83% dari total populasi nasional.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD) atau teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Sebanyak 1.229 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.

Margin of error survei di kisaran ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.(lio)