Sosok Mooryati Soedibyo, Pendiri Mustika Ratu yang Tutup Usia

Sosok Mooryati Soedibyo yang Tutup Usia (dok.ronnyariojoewono)
Sosok Mooryati Soedibyo yang Tutup Usia (dok.ronnyariojoewono)

Blok-a.comMooryati Soedibyo, sosok pendiri brand kecantikan Mustika Ratu meninggal dunia pada usia 96 tahun pada Rabu (26/4) pukul 01.00 WIB akibat sakit infeksi yang dideritanya. 

Dr. Hj. B.R.A. Mooryati Soedibyo merupakan cucu dari Sri Susuhunan Pakoe Boewono X Keraton Surakarta. Pada tahun 1973, ia mencoba merintis usahanya dari rumah yaitu membuat produk jamu kunyit asam yang terdiri dari asam jawa, gula jawa, dan cengkeh. 

Bukan hanya jamu, pada tahun 1976 Mooryati Soedibyo Membuka usaha salon kecantikan yang menggunakan lulur, mangir, bedak dingin, rempah-rempah, dan pijat minyak cendana serta minyak zaitun. 

Dari situ, bisnis yang dijalaninya terus berkembang hingga pada tahun 1981 Mooryati mendirikan pabrik pertamanya hingga membentuk pemimpin perusahaan yang strategis seperti, pimpinan produksi, penelitian dan pengembangan, distribusi, keuangan, dan pemasaran. 

Pabrik tersebut diberi nama “Mustika Ratu” yang membawa aspek tradisi Keraton Surakarta Hadiningrat. Berarti keturunan ksatria yang tersaring ketat, berperilaku penuh prihatin dan kesadaran, dan terlahirlah peninggalan berharga raja. 

Sampai saat ini Mustika Ratu telah memiliki sejumlah brand dengan pasar yang berbeda-beda hingga melayani ekspor ke beberapa negara seperti, Rusia, Belanda, Jepang, Afrika Selatan, Timur Tengah, Malaysia, hingga Brunei. 

Mooryati juga merupakan pendiri Yayasan Puteri Indonesia serta pencetus kontes kecantikan Puteri Indonesia yang digelar sejak tahun 1992. Beliau juga aktif dalam dunia politik dengan menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 2004-2009. 

Putri kedua Mooryati Soedibyo, Putri Kuswisnu Wardani menjelaskan sang ibu wafat akibat penyakit infeksi maag yang diderita. Mengingat usianya yang sudah lanjut, pihak keluarga tidak memberikan izin kepada beliau untuk bertemu banyak orang sejak pandemi COVID-19. 

“Karena sepuh aja, jadi memang semenjak COVID sudah tidak bertemu orang karena dokter tidak mengizinkan. Bukannya kami tidak ingin ibu tetap bergaul dengan teman-teman, tetapi istilahnya kena flu sedikit aja repot sekali harus dirawat dan sebagainya,” jelas Putri. 

Diketahui, jenazah akan disemayamkan di rumah duka Jalan Mangunsarkoro Nomor 69, Menteng, Jakarta Pusat. Kemudian jenazah akan diberangkatkan ke pemakaman di Tapos, Bogor setelah ba’da dzuhur Rabu (24/4/2024). (mg4/lio)

Penulis: Amelia Puspa Ningrum (Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com