BLOK-A – Kebijakan privasi terbaru WhatsApp menuai sejumlah kontroversi. Hal tersebut pun membuat aplikasi kompetitornya, seperti Telegram dan Signal, bangkit dan menjadi diminati masyarakat. Ini dibuktikan dari peningkatan jumlah unduhan Signal dan Telegram.
Lalu, menyusul bangkitnya kedua aplikasi kompetitor tersebut, apakah ini berarti menjadi ancaman bagi WhatsApp?
Berdasarkan data dari Sensor Tower, Signal telah diunduh lebih dari 246 ribu kali seminggu secara global sebelum WhatsApp mengumumkan aturan privasi baru. Lalu setelah kebijakan baru itu diumumkan, jumlah unduhan Signal tembus lebih dari 8,8 juta kali.
Tak terkecuali bagi Telegram. Aplikasi itu telah diunduh lebih dari 11 juta kali seminggu setelah kebijakan baru WhatsApp diumumkan.
Mengutip BBC, Jumat (15/1), jumlah unduhan WhatsApp dilaporkan menurun dari angka 11,3 juta kali menjadi 9,2 juta kali dalam periode waktu yang sama.
Melesatnya angka unduhan Telegram dan Signal memang membuat keduanya lebih optimistis bisa merebut hati masyarakat, namun bukan berarti mereka dapat mengalahkan WhatsApp dalam waktu dekat. Jumlah pengguna yang telah menembus lebih dari 2 miliar, membuat kekuatan WhatsApp sangat besar.
“Akan sulit bagi para rival untuk mematahkan kebiasaan user dan WhatsApp akan terus menjadi salah satu platform messaging yang paling populer dan paling luas digunakan,” cetus Craig Chapple selaku Mobile Insight Strategist di Sensor Tower.
“Akan menarik untuk melihat apakah tren yang terjadi belakangan ini akan menetap atau para pengguna akan kembali pada apa yang mereka ketahui [WhatsApp],” tambahnya.
Peralihan pengguna dari satu aplikasi seperti WhatsApp ke aplikasi lain bukanlah sesuatu yang baru maupun luar biasa.
“Peralihan di aplikasi messaging dan media sosial bukan hal luar biasa. Karena aplikasi tersebut berfungsi sebagai media komunikasi dengan orang lain. Pertumbuhannya bisa jadi cukup cepat berdasarkan peristiwa apa yang terjadi saat ini,” kata Amir Ghodrati dari App Annie.










Balas