Siap Sedia Saat Darurat, Panic Button PMI Kota Malang Tunggu Persetujuan Google

Panic Button Pmi Kota Malang
Panic Button PMI Kota Malang - Foto: Rifky Pramadani

KOTA MALANG – Awal tahun 2021 Palang Merah Indonesia (PMI Kota Malang) siap merilis aplikasi Panic Button. Tetapi, aplikasi berbasis Android tersebut masih menunggu persetujuan Google Play Store.

“Saat ini prosesnya tinggal finishing dan penyesuaian agar mendapatkan hasil maksimal,” kata Kepala Bidang Pelayanan PMI Kota Malang, Heri Suwarsono.

Aplikasi ini bermanfaat pada keadaan darurat. Laporan yang masuk pada PMI Kota Malang akan segera ditindaklanjuti. Sehingga masyarakat tidak menunggu lama.

Heri menilai aplikasi ini dapat membantu masyarakat yang sedang dalam situasi genting. Selain itu, dengan bantuan teknologi, PMI Kota Malang berharap bisa menyelamatkan banyak orang.

Lebih lanjut, jelas Heri, aplikasi ini akan memproses laporan lebih cepat. Pasalnya, aplikasi ini bekerja tanpa melalui server call center. Ambulans akan terhubung dengan pasien secara langsung dan mengetahui lokasi pasien secara realtime.

“Untuk melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan untuk mencegah kematian dan mengurangi dampak buruk sesuai program dari Kemenkes,” terangnya.

PMI Kota Malang menilai aplikasi yang akan mereka rilis itu kurang lebih mirip dengan aplikasi ojek daring. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Institut Asia dalam pengembangan aplikasi panic button.

“Seperti kalau kita pakai ojek online. Misalnya ada kecelakaan di jalan raya, lokasi tersebut akn terhubung dengan driver di manapun posisinya. Layaknya ojek ambulans,” kata Heri.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com