MALANG – Di Kota Malang, woro-woro untuk masyarakat agar mereka patuhi protokol kesehatan ada di beberapa lampu merah. Kedepan, Wali Kota Malang Sutiaji ingin himbauan lewat pengeras suara bisa diputar di tiap-tiap SPBU yang tersebar di semua sudut kota ini.
“Saya minta kalau bisa SPBU ada speakernya gitu, jadi sambil sosialisasi. Saya minta semuanya nanti, SPBU-SPBU menyediakan (speaker), jadi bisa memperingatkan masyarakat yang mengisi BBM agar pakai masker, physical distancing, cuci tangan,” ujar orang nomor satu di Kota Malang itu kala kunjungan ke SPBU Ciliwung, Kota Malang Selasa (1/9).
Pemkot Malang pun menggandeng Pertamina untuk realisasi program ini. Di awal, Pemkot bakal berkirim surat kepada PT Pertamina agar menyediakan speaker imbauan.
“Kalau bisa disini ada woro-woro gitu, untuk memberikan himbauan penggunaan masker, physical distancing. Dan kalau bisa diusahakan terus non-tunai, tentu bagi SPBU yang sudah siap,” papar Sutiaji.
Sebagai awal, pertamina jalankan kampanye bagi-bagi masker bagi pengendara yang mengisi BBM di SPBU. Syaratnya, masker diberikan buat mereka yang mengisi secara non tunai.
“Karena pakai masker ini bisa mengurangi 50 – 60 persen resiko penularan. Sehingga kami berikan apresiasi pada Pertamina yang terus menerus lakukan sosialisasi,” tambahnya.
Masker ini dinilai sebagai “hadiah” kepada masyarakat yang sudah menerapkan transaksi non tunai. Karena lewat transaksi uang tunai, akan lebih berbahaya di masa pandemi seperti sekarang. Artinya, cashless sudah membantu meminimalkan transmisi covid-19.
“Non tunai atau cashless ini dinilai bisa membantu memutus mata rantai covid-19,” tutupnya.










Balas
Lihat komentar