Kota Malang, blok-a.com – Pasca masa berduka 40 hari Tragedi Kanjuruhan, Tim Gabungan Aremania akan membuat aksi yang lebih masif dan lebih besar.
Aksi long march Malang Menghitam yang dilakukan Kamis (10/11/2022) kemarin oleh Aremania adalah sebuah permulaan.
Andy Irfan, Sekjen KontraS yang terlibat dalam Tim Gabungan Aremania, menyebutkan bahwa aksi ribuan Aremania kemarin merupakan pintu pembuka babak baru dalam mencari keadilan.
“Aksi kemarin membuka untuk aksi aksi dan tindakan berikutnya, karena memang masa berduka telah usai 40 hari,” katanya.
Sesuai dengan tujuan utama, yakni menuntut keadilan bagi seluruh korban dan keluarga korban Kanjuruhan, aksi lebih besar bakal segera digelar kembali hingga ke Jakarta.
Andy mengatakan, aksi lebih masif dan lebih besar bakal digelar pasca masa berduka 40 hari Tragedi Kanjuruhan.
“Ini sudah aksi pertama setelah masa duka 40 hari. Berikutnya ada banyak kemungkinan kita melakukan aksi-aksi lebih besar baik itu di Malang ataupun di Jakarta,” ujar Andy, Jumat (11/11/2022).
Selain membeberkan aksi-aksi yang akan dilakukan oleh Aremania, Andy juga mengajak seluruh supporter dari luar Malang untuk ikut dalam aksi-aksi yang akan diadakan nanti.
“Karena peristiwa ini bisa menimpa siapapun dan kapanpun. Kami bersama teman-teman Aremania memanggil suporter lain di luar Malang yang punya simpati atas Tragedi Kanjuruhan. Bukan hanya suporter, tapi ini gerakan menuntut keadilan,” ungkapnya.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai pimpinan tertinggi negara menjdi sasaran utama Aremania untuk memberikan kebijakan yang lebih konkrit.
Ia merasa tak cukup hanya membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), namun juga harus ada ketegasan dan kebijakan konkrit guna memenuhi rasa keadilan korban.
“Tentu pihak yang paling menjadi sasaran utama Presiden Jokowi. Harus ada kebijakan lebih konkrit untuk memenuhi rasa keadilan itu,” tandasnya.










Balas