Selain Ditelanjangi, Pelaku Pelecehan Seksual di Gundar Juga Dipaksa Minum Air Kencing

pelaku pelecehan seksual gundar
Tangkapan layar video pelaku pelecehan seksual di Universitas Gunadarma dipaksa minum air kencing (ist)

Blok-a.com – Tak hanya disiksa dan ditelanjangi, pelaku pelecehan seksual di Universitas Gunadarma juga dipaksa minum air kencing oleh mahasiswa lain.

Video penyiksaan itu diunggah oleh salah satu mahasiswa Gundar melalui instastory di akun Instagram pribadinya @solomondjaidi pada Senin (12/12/2022).

“Tepuk tangan banget gue sama @anakgundardotco berhasil loh kalian nyebari ujaran kebencian ampe tersangka di cekokin air kencing, ditelanjangin, dll tepuk tangan banget dah buat kalian,” tulis pemilik akun dalam unggahan instastorynya.

Dalam video tersebut, pelaku terlihat diikat disebuah pohon dan kemudian dipaksa untuk minum air kencing dalam botol oleh seorang mahasiswi.

Peristiwa penyiksaan ini juga disaksikan oleh banyak mahasiswa dan juga petugas keamanan. Namun saat itu mereka hanya bersorak tanpa berniat untuk menghentikan aksi penyiksaan tersebut.

Tak lama setelah beredar, video penyiksaan ini pun kemudian mendapat banyak tanggapan pro dan kontra dari warganet. Beberapa dari mereka mengecam tindakan penyiksaan ini, karena menganggap lebih baik menyerahkan pelaku kepada pihak berwajib.

Perlu diketahui, sebelumnya telah terjadi pelecehan seksual terhadap salah satu mahasiswi di Universitas Gunadarma.

Saat itu, menurut kronologi yang dijelaskan oleh Bunga (nama disamarkan), kejadian itu berlangsung pada hari Jumat (9/12/2022). Pelecehan tersebut terjadi di dalam Kampus G, Universitas Gunadarma.

Bunga awalnya sedang mencari makan di kantin Kampus E, namun ternyata tempat tersebut penuh, akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk makan.

“Saat itu aku lagi istirahat sekitar jam 10.27, aku niat makan di Kampus E, tapi karena tempat makan di sekitar situ penuh, akhirnya aku nggak jadi makan,” tutur Bunga.

Setelah itu ternyata Tegar, pelaku, menghubungi Bunga dan menanyakan keberadaannya. Saat itu Bunga tidak berpikir macam-macam tentang Tegar.

“Dia nanya aku lagi dimana, ya karena temen juga aku ga mikir dia bakal aneh-aneh ke aku, aku jawab aja di Kampus E,” ujar Bunga.

Awalnya mereka berencana untuk bertemu di suatu tempat, namun karena Bunga sudah menuju ke Kampus G, akhirnya mereka bertemu di depan ruang kelas yaitu G 112.

Di depan ruangan tersebut mereka bertemu dan mengobrol seperti biasa, tidak ada obrolan aneh yang mesum.

“Awalnya ngobrol biasa, ngobrolin perkuliahan, ngobrolin temen temen,” ujarnya.

Sampai akhirnya, kejadian tidak mengenakan pun terjadi. Bunga dipanggil oleh Tegar untuk ke bawah menuju toilet. Bunga mengaku bahwa mungkin Tegar ingin menanyakan dimana toilet pria karena memang tidak ada tanda di sana.

“Aku lupa jam berapa dia turun ke toilet terus manggil aku, aku kira dia mau nanya toilet cowok yang mana soalnya emang ngga ada tandanya di situ,” tutur Bunga.

Nahas, setelah turun, Bunga langsung didorong oleh Tegar menuju dinding dan dicium. Bunga sangat kaget dan langsung mendorong Tegar.

“Aku dorong dia ke belakang sambil bilang, ‘apaan sih goblok ga jelas banget’ terus dia malah nyaut ‘sekali-kali aja’ sambil meragain angka satu di jarinya, tapi aku tetep nolak.” pungkasnya.

(hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com