Sampai Kapan Musim Hujan Tahun 2025? Ini Prediksi BMKG

ilustrasi musim hujan
Ilustrasi musim hujan.

Blok-a.com – Hujan masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Timur, hingga awal April 2025 ini. Curah hujan tinggi bahkan masih menyebabkan banjir di sejumlah daerah. Salah satunya melanda tiga dusun di Kabupaten Pasuruan, tepat pada hari pertama Idulfitri 1446H, Senin (31/03) kemarin.

Pada umumnya, wilayah Indonesia hanya mengalami dua musim, yakni kemarau dan hujan. Musim kemarau biasanya berlangsung antara bulan April–September, sedang musim hujan pada bulan Oktober–Maret.

Namun tahun ini, sampai menginjak awal April, musim hujan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Bahkan hari ini, Jumat (04/04), sejumlah kabupaten kota di Jawa Timur masih akan diguyur hujan ringan, menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Lalu, kira-kira kapan musim hujan akan berakhir?

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut bahwa musim hujan pada 2025 akan berlangsung hingga bulan Maret. Sedangkan bulan April menjadi masa transisi dari musim hujan menuju kemarau.

“Musim hujan diprediksi akan berakhir sampai bulan Maret, akhir Maret 2025, dan April itu transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” kata Dwikorita pada Rabu (05/02), melansir Antara.

Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau tidak terjadi serentak di seluruh wilayah.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa awal musim kemarau akan berlangsung secara bertahap. Pergerakannya dimulai dari wilayah tenggara, lalu ke barat, utara, dan terakhir ke timur. Proses ini diperkirakan terjadi antara Maret hingga Agustus 2025.

“Sebanyak 154 Zona Musim (ZOM) atau 22 persen di Indonesia memasuki musim kemarau maju atau lebih awal dari normalnya,” ujar Ardhasena pada Jumat (21/03), dikutip dari Kompas.

Zona Musim (ZOM) adalah pembagian wilayah berdasarkan pola musimnya. Ini digunakan BMKG untuk memetakan waktu awal dan puncak musim di tiap daerah.

Di Jawa Timur sendiri, awal musim kemarau 2025 tidak terjadi serentak. Sebanyak 38 ZOM (51,4%) diperkirakan memasuki musim kemarau pada Mei. Lalu disusul 30 ZOM (44,6%) pada April, 2 ZOM (2,7%) pada Maret, dan 1 ZOM (1,4%) pada Juni.

Wilayah yang diprediksi paling awal memasuki musim kemarau adalah ZOM 338 (utara Bangkalan) dan ZOM 346 (timur Sumenep) pada akhir Maret (dasarian III).

Sementara ZOM 313 (tenggara Malang dan barat daya Lumajang) diperkirakan paling akhir, yaitu awal Juni (dasarian I). Dan secara umum, puncak musim kemarau di Jawa Timur diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2025. (gni)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com