MALANG – Pemerintah Kota Malang percaya diri dengan Terminal Madyopuro yang sedang bersaing dalam lomba yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Perhubungan RI mencari terminal sehat. Wali Kota Malang Sutiaji yakin, Terminal Madyopuro mampu meraih juara 1 dalam perlombaan kali ini.
Hari ini, Jumat (16/10), tim penilai Lomba Terminal Sehat kembali datangi kawasan Terminal Madyopuro untuk melakukan verifikasi lapangan. Jika menang di tingkat Provinsi, Kota Malang akan bisa mewakili Provinsi Jawa Timur ke tingkat Nasional.
“Apa yang jadi catatan tim Provinsi sudah di-share ke kami melalui WhatsApp oleh kepala dinas. Setelah itu kita tindaklanjuti, saya minta pak Sekda untuk mengawal. Tadi sudah tinggal nominasi, tinggal kita urutan ke berapa, doa-nya ya urutan pertama,” tukas Wali Kota Malang Sutiaji, Jumat (16/10).
Terminal Madyapuro memang terminal tipe C, namun persiapan yang dibuat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang berkaitan seperti Dishub Kota Malang dan Dinkes Kota Malang agar Kota Malang mampu meraih juara tak bisa disepelekan. Pasalnya, mereka bersaing dengan terminal top lain yang ada di Jawa Timur.
“Satu, kita inspeksi dan benahi toilet. Kedua, tempat salat. Kita buat bagaimana masyarakat yang ke terminal ini nyaman, maka kebersihan dijaga. Protokol kesehatan di terminal juga sudah kita minta persiapkan mulai April,” tambah orang nomor satu di Kota Malang itu.
Terbukti, Terminal Madyopuro berhasil disulap menjadi lebih asri dengan dilengkapi fasilitas pendukung kesehatan. “Ini tidak instant, karena ini untuk kepentingan semua, jadi kita harus berjuang bersama,” tandas Sutiaji.
Adi Sambodo, Ketua Tim Penilai Lomba Terminal Sehat yang hari ini datang ke Terminal Madyopuro menyebut terminal ini sudah masuk kriteria terminal sehat yang dicari.
Kriterianya seperti penyediaan hand sanitizer, memberikan fasilitas pendukung kesehatan seperti ruang laktasi ibu menyusui hingga ruang kesehatan.
“Kalau kriteria, kita mencari terminal yang sudah memenuhi syarat administrasi, termasuk protokol kesehatan. Adanya peran aktif dari Pemda itu juga nilai plus,” ujarnya.
Dia menyebut, kedatangan tim penilai hari ini hanya dalam rangka menengok fakta di lapangan. “Jadi kita melihat apakah dokumen yang kita terima sesuai apa tidak dengan fakta di lapangan,” tandasnya.
Rencananya, hasil dari perlombaan Terminal Sehat ini sendiri akan diumumkan secara virtual pada peringatan Hari Kesehatan Nasional 2020. Lomba ini sendiri sengaja dibuat untuk membentuk terminal yang memiliki berbagai fungsi untuk mempermudah masyarakat, namun juga tak lupa akan faktor kebersihan dan keasriannya.
Lomba ini sendiri diikuti sekitar 4 terminal tipe C diantaranya Terminal Blitar, Ngawi, Situbondo dan Kota Malang.










Balas
Lihat komentar