Presiden Prabowo Pesan Sapi Kurban Seberat 984 Kg untuk Warga Blitar

Glewo, sapi Simental berbobot 984 kilogram, milik Endro Wibowo yang dipilih Presiden Prabowo untuk kurban bagi warga Blitar. (blok-a.com/Fajar)
Glewo, sapi Simental berbobot 984 kilogram, milik Endro Wibowo yang dipilih Presiden Prabowo untuk kurban bagi warga Blitar. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Presiden Prabowo Subianto telah memesan dua ekor sapi yang akan dibagikan kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Blitar.

Salah satu sapi yang terpilih adalah ‘Glewo’, seekor sapi jenis Simental yang memiliki bobot mencapai 984 kilogram, milik peternak Endro Wibowo yang berasal dari Desa Gondanglegi, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Endro Wibowo mengatakan, Glewo yang berumur empat tahun ini dibeli dengan harga Rp84 juta. Meskipun beratnya kini masih di bawah 1 ton, diperkirakan pada saat Idul Adha nanti, beratnya akan naik.

“Awalnya ditanya oleh orang dinas, punya sapi besar atau tidak. Saya bilang punya, lalu disurvei, dan akhirnya dipilih dan dibeli buat kurban pak Prabowo,” kata Endro dengan hati bangga, Rabu (21/5/2025).

Awalnya, Endro melepas harga Rp85 juta, namun setelah melalui proses tawar-menawar, disepakati harga akhir sebesar Rp84 juta.

Nama Glewo sendiri diambil dari ide pribadi Endro. “Enggak ada makna khusus, tapi biar unik saja,” ujarnya.

Lebih lanjut Endro menjelaskan, bahwa merawat sapi besar seperti Glewo bukanlah tugas yang mudah. Selain memberikan pakan utama, sapi tersebut juga rutin diberi vitamin dan jamu tradisional.

“Kalau sapi besar ya agak-agak susah, enggak seperti sapi-sapi yang kecil. Tapi lebih jinak menurut saya pribadi,” jelasnya.

Endro merasa bangga karena sapi hasil ternakannya dipilih sebagai hewan kurban oleh Presiden. Ia berharap dapat terus melanjutkan usaha ternaknya dan kembali memasok sapi berkualitas setiap tahun.

“Saya senang sekali karena sapi peliharaan saya jadi sapi kurban Bapak Presiden. Enggak menyangka sama sekali. Saya berharap, mudah-mudahan bisa terus berlanjut tiap tahun,” pungkasnya.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Jeti Novita menandaskan, bahwa pemilihan sapi milik Endro dilakukan setelah survei di beberapa lokasi. Dari tiga kandidat, Glewo dinyatakan memenuhi semua kriteria yang ditetapkan.

“Salah satu syarat utamanya adalah berat sapi harus di atas 800 kilogram dan dalam kondisi sehat,” tandas Jeti.

Sapi ini akan diserahkan di Masjid Agung Kota Blitar, sementara penyembelihannya akan dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH) sesuai dengan standar yang berlaku.

Penunjukan hewan kurban dari Presiden ini disambut antusias oleh masyarakat Blitar. Hal itu membuktikan bahwa hasil peternakan lokal mampu memenuhi standar nasional dan mendapatkan pengakuan di tingkat tertinggi. (jar/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com