Hujan Masih Terus Mengguyur, Bagaimana Prediksi BMKG tentang Kemarau 2025?

Ilustrasi kemarau. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Ilustrasi kemarau. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Blok-a.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), telah memprediksi kapan terjadinya musim kemarau tahun 2025. Menurut BMKG, musim kemarau tahun 2025 telah dimulai, akan tetapi berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah di Indonesia.

Musim kemarau tahun 2025 telah dimulai sejak bulan April di beberapa wilayah di Indonesia. Namun, BMKG juga memprediksi bahwa sebagian besar wilayah di Indonesia akan mengalami kemarau lebih singkat dari biasanya. Hal ini berdasarkan pemantauan dan analisis dinamika iklim global dan regional yang dilakukan BMKG hingga pertengahan April 2025.

Secara umum, sekitar 60% wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami musim kemarau dengan sifat normal. Sementara itu, 26% wilayah diperkirakan mengalami kemarau lebih basah dari normal, dan 14% wilayah lainnya lebih kering dari biasanya.

Fenomena iklim global seperti El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase netral. Hal ini menandakan tidak adanya gangguan iklim besar dari Samudra Pasifik maupun Samudra Hindia hingga semester II tahun 2025.

Puncak musim kemarau di sebagian besar ZOM di Indonesia 2025 diprediksi akan sama hingga maju atau datang lebih awal dari biasanya yang mendominasi hampir keseluruhan wilayah Indonesia.

Prediksi Terjadinya Musim Kemarau di Indonesia 2025

BMKG mengklasifikasikan wilayah berdasarkan Zona Musim (ZOM). Sebanyak 403 ZOM (57,7%) diprediksi akan memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2025. Wilayah Nusa Tenggara diperkirakan mengalami kemarau lebih awal dibanding wilayah lainnya.

  • Wilayah ZOM yang diprediksi mengalami sifat musim kemarau normal, meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa bagian Timur, Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua.
  • Sementara itu, wilayah yang diprediksi mengalami sifat musim kemarau di atas normal. Meliputi sebagian kecil Aceh, sebagian besar Lampung, Jawa Barat dan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian kecil Sulawesi, dan Papua Tengah.
  • Sedangkan wilayah dengan sifat musim kemarau di bawah normal atau lebih kering dari rata-rata klimatologinya meliputi wilayah Sumatera Utara, sebagian kecil Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papuan Selatan.

Selain itu, BMKG memprediksi bahwa puncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan akan terjadi pada periode Juni – Agustus 2025.

Untuk itu, BMKG juga menerbitkan imbauan bagi pemerintah dan masyarakat guna mencegah efek yang tak diinginkan dari perubahan musim. Seluruh pihak diharapkan dapat memanfaatkan informasi prediksi iklim dan potensi kebakaran pada kawasan hutan dan lahan yang tersedia melalui situs resmi BMKG. Termasuk data kualitas udara dan titik panas yang diperbarui setiap jam.