KABUPATEN MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mempercayakan program Pondok Pesantren (Ponpes) Tangguh mampu meminimalisir penyebaran Covid-19 di kawasan Ponpes. Hal itu menyusul adanya kasus santri terpapar Covid-19 di Banyuwangi dan Kota Batu.
Seperti diketahui, Ponpes kini menjadi tempat kluster Covid-19 baru. Contohnya adalah kasus di Banyuwangi dan Kota Batu.
Di Banyuwangi terdapat salah satu Ponpes yang ratusan santrinya dikabarkan terpapar Covid-19. Sedangkan, Kota Batu ada satu santri yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Santri itu berasal dari Al-Izzah International Islamic Boarding School.
Kabupaten Malang sendiri terkenal akan banyaknya ponpes. Bagaimanakah antisipasi Pemkab Malang atas dua kasus di dua daerah itu?
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan, beberapa ponpes memang diperbolehkan untuk buka kembali.
Untuk penerapan protokol kesehatan di kawasan Ponpes, Wahyu mempercayakan kepada Kementrian Agama.
Selain itu, Wahyu juga mempercayakan program Ponpes Tangguh mampu meminimalisir penyebaran Covid-19 di kawasan Ponpes.
“Kan Ponpes itu dibawah Kemenag. Dan kami percaya itu sudah diterapkan. Seperti kewajiban penggunaan masker dan fasilitas penunjang protokol kesehatan lainnya. Dan beberapa Ponpes kan sudah dinyatakan sebagai ponpes tangguh,” tutur Wahyu ke Blok-A.
Alhasil, lanjut Wahyu, selama ini belum ada laporan terkait santri yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Malang.
“Belum ada masih aman. Dan kami akan gencarkan lagi sosialisasi terkait Covid-19 ini di Ponpes-ponpes,” tuturnya.
Sementara saat disinggung berapa Ponpes yang sudah buka kembali, Wahyu mengaku tidak mengetahui jumlahnya secara pasti.
“Kalau itu saya tidak bisa mengira-ngira. Ya hampir 50 persen sudah mulai kembali semua bertahap,” tutupnya.










Balas