Blitar, blok-a.com – Polres Blitar melalui tim konselornya memberikan dukungan psikologis kepada seorang siswa SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar, yang menjadi korban perundungan atau bullying massal saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung.
Kegiatan trauma healing yang dilaksanakan, Selasa (22/7/2015) di Ruang Sat Reskrim unit PPA ini, sebagai bentuk respons cepat terhadap dampak psikologis yang dialami oleh siswa berinisial W.
Tim konselor Polres Blitar, yang dipimpin Iptu Linar Tiwi dan dibantu personel dari Bag SDM, memberikan sesi konseling langsung kepada korban untuk membantu proses pemulihan mental dan emosionalnya.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Anak-anak seharusnya mendapatkan pembinaan yang positif selama MPLS, bukan justru menjadi korban kekerasan dari teman atau kakak kelasnya,” kata Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, Rabu (23/7/2025).
Dalam trauma healing ini, konselor memberikan ruang bagi korban untuk mengekspresikan perasaannya, menceritakan kembali kronologi kejadian, dan membantu membangun kembali rasa percaya diri serta keamanan diri.
Polres Blitar juga berencana melakukan pendekatan preventif kepada pihak sekolah dan pelaku untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Sebelumnya, video aksi bullying yang dialami korban sempat viral di media sosial, memperlihatkan korban dikelilingi dan mendapatkan tekanan fisik serta verbal dari beberapa siswa lain.
Dengan adanya dukungan dari pihak kepolisian, diharapkan korban dapat pulih secara psikis dan kembali menjalani proses belajar mengajar dengan nyaman.
Kasus ini menjadi momentum evaluasi penting bagi seluruh sekolah untuk meninjau kembali sistem pengenalan siswa baru agar lebih aman, edukatif, dan bebas dari kekerasan.
“Kami hadir untuk memberikan pendampingan psikologis, sekaligus edukasi kepada seluruh pihak terkait,” tambah AKBP Arif.(jar/lio)









