Polisi Imbau Warga Kota Malang Tak Gelar Takbir Keliling 

Kabag Ops Polresta Malang Kota, AKP Sutomo saat diwawancarai awak media. (blok-a.com/M Berril)
Kabag Ops Polresta Malang Kota, AKP Sutomo saat diwawancarai awak media. (blok-a.com/M Berril)

Kota Malang, blok-a.com – Demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama selama perayaan Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025, Polresta Malang Kota mengimbau agar tradisi takbir keliling ditiadakan.

Kabag Ops Polresta Malang Kota, AKP Sutomo, menjelaskan bahwa takbir keliling berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kemacetan, terutama di jalur poros yang banyak digunakan oleh masyarakat.

“Alangkah baiknya untuk takbir keliling itu ditiadakan. Mengingat pada saat itu mungkin banyak saudara kita yang sedang melaksanakan perjalanan, terutama melalui jalur-jalur utama yang sering digunakan. Jangan sampai gara-gara ada takbir keliling ini, masyarakat lain merasa terganggu,” ujar Sutomo.

Menurutnya, takbir sebaiknya tetap dilakukan di masjid-masjid tanpa harus turun ke jalan.

Jika memang ada masyarakat yang tetap ingin melakukan takbir keliling, disarankan agar dilakukan di lingkungan kecil seperti gang-gang atau perkampungan, agar tidak mengganggu ketertiban umum.

“Takbir sudah bisa dilakukan di masjid masing-masing. Kalau memang harus takbir keliling, mungkin lebih baik dilakukan di tempat-tempat yang tidak terlalu strategis, seperti di gang-gang atau permukiman. Yang terpenting adalah menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” tambahnya.

Sutomo menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan prosedur operasional standar (SOP) dalam mengawasi pergerakan takbir keliling. Jika ditemukan adanya rombongan yang melintas di jalur utama, petugas akan mengambil tindakan tegas.

“Kalau memang ada rombongan yang melintas di jalur utama, kami akan mengembalikan mereka ke wilayah asalnya. Namun, jika mereka sudah masuk ke Kota Malang, kami akan berusaha menghentikan musiknya dan mengarahkan mereka untuk keluar kota,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti penggunaan kendaraan terbuka dalam pelaksanaan takbir keliling. Menurutnya, kendaraan tersebut sebenarnya tidak diperuntukkan untuk mengangkut orang, sehingga berisiko terhadap keselamatan peserta takbir.

“Sebetulnya kendaraan terbuka itu bukan untuk mengangkut manusia. Tapi mungkin dalam momen-momen tertentu seperti ini, kita bisa sedikit memaklumi. Namun, sekali lagi saya tekankan, faktor keamanan dan keselamatan harus diutamakan,” tegasnya. (yog/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com