Petani Kelabakan, Curah Hujan Tinggi Bikin Hasil Pertanian Cepat Membusuk

Petani Di Kota Batu Kelabakan Hadapi Cuaca Buruk
Petani Di Kota Batu Kelabakan Hadapi Cuaca Buruk - Foto: Pungky Ansiska

KOTA BATU – Curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini berimbas pada sektor pertanian di Kota Batu. Curah hujan yang naik menjadi 20-40 persen terjadi akibat fenomena La Nina.

Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu.

“La nina ini kan kebalikan dari el nino. Kalau el nino ini suhu permukaan Samudra Pasifik lebih panas sehingga menyebabkan kekeringan lebih panjang. Sedangkan la nina ini terjadi akibat suhu permukaan air Samudra Pasifik menjadi minus 5 derajat celcius yang berdampak curah hujan lebih tinggi,” ucapnya, Selasa (3/11).

Agung melanjutkan dengan adanya La Nina tidak menutup kemungkinan akan terjadi bencana ditengah pandemi Covid-19. Pihaknya juga menghimbau agar setiap daerah bisa mengantisipasi dan menyiapkan diri dalam penanganan bencana. Seperti meningkatkan koordinasi setiap desa, peningkatan pos pemantauan bencana, dan melakukan simulasi guna kesiapan.

“Presiden juga telah memberikan arahan untuk menghadapi fenomena La Nina ini. Sesuai arahan kita harus mengambil langkah antisipasi, hitung dampak produksi pertanian, perikanan dan perhubungan yang terakhir mensosialisasikan,” terangnya.

Sementara itu, BPBD sudah berusaha maksimal dan siap akan penanggulangan la nina itu. Namun, imbas dari curah hujan tinggi yang dibawa, memberi efek kurang baik dalam sektor pertanian.

Salah satu petani sayur di Sumberjo, Khoirul Andi mengatakan dengan curah hujan tinggi ini berakibat tanamannya mudah membusuk.

“Saya harus ekstra penanganan disaat seperti ini. Karena dengan sering hujan mengakibatkan tanaman mudah busuk karena terlalu banyak kandungan air yang masuk ke tanamannya,” jelas Khoirul.

Terlebih dengan penggunaan pupuk ternyata tidak bisa maksimal terserap karena selalu hanyut terbawa air hujan. Selain itu hujan juga menyebabkan daun menjadi tipis dan mudah rontok bahkan bisa mengakibatkan hama pula.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Khoirul sering-sering menggunakan pupuk dengan kandungan kalsium tinggi. Pembuatan gundukan di setiap dua meter lahannya juga menjadi jalan keluar.

“Adanya hujan sebenarnya juga membantu. Tapi, jika terlalu sering pasti tanaman jadi rusak. Semoga cuaca bisa stabil dan tidak membawa dampak buruk ke petani,” harapnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com