Perjalanan Kubis Manis, dari Tulungagung dan Ponckusumo, hingga Laris Manis di Taiwan

Proses Packaging Kubis Manis
Proses Packaging Kubis Manis - Foto: Bob Bimantara

KABUPATEN MALANG – Kubis manis asal Desa Wonorejo Kecamatan Poncokusumo menjadi primadona masyarakat Taiwan. Per harinya 8 sampai 10 ton kubis ini diekspor ke Taiwan.

Meskipun berasal dari Desa Wonorejo, ternyata kubis manis ini tidak ditanam di tanah sekitar tapi di Kabupaten Tulungagung.

“Kami menanamnya di daerah Tulungagung sana bukan di desa sini sendiri. Karena kalau di sini (Desa Wonorejo) gagal. Kami sudah pernah mencobanya,” tutur pengelola Kubis Manis, Andrea Subhan ke Blok-A, Kamis (3/9).

Alasan tidak menanam di kawasan Desa Wonorejo sendiri adalah kubis manis ini musti ditanam di tanah yang berada di kontur rendah. Selain itu, kubis manis ini akan berkembang secara baik di daerah dengan suhu panas.

“Kalau di Poncokusumo sini kan dingin dan tanahnya dataran tinggi jadi kemarin sempat pernah dan gagal berkembang dengan baik dan besar,” katanya.

Sementara itu setalah di Tulungagung panen, hasil panen Kubis Manis ini akan dibawa ke Desa Wonorejo. “Dan langsung kami antar ke Taiwan. Per harinya bisa ke Wonorejo itu sekitiar 10 sampai 20 Ton,” tuturnya.

Sebagai informasi, kubis manis ini sendiri telah dieskpor ke Taiwan sejak 2018 lalu. Hanya Taiwan yang meminati kubis ini. Karena bibit kubis manis ini berasl dari Taiwan.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com