KABUPATEN MALANG – Akhir-akhir ini viral pemberitaan oknum BRI Syariah Malang menipu 67 orang dengan janji investasi bodong. Pelaku yang berinisial MY (29) ini pun berdasarkan data dari Polres Malang telah berhasil menggelapkan uang sebesar Rp 1,4 miliar.
MY pun mengaku pernah bekerja sebagai freelance di BRI Syariah Malang saat rilis di Mako Polres Malang, Sabtu (1/11) kemarin.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor BRI Syariah Malang, Aminudin langsung menyanggah jika MY pernah bekerja freelance di BRI Syariah.
Amin mengaku sejak awal ia curiga sejak adanya pemberitaan itu. Jika memang MY pernah bekerja di BRI Syariah Malang, ia pasti melihat perangai atau mengetahui namanya.
“Karena kan saya pastinya tahu. Kalau melamar nantinya kan interview dengan saya. Dia mengakunya kan tahun 2017 kerjanya. Saya sudah lebih dari tahun itu (2017) bekerja di BRI dan tidak tahu nama dan wajah seperti itu,” kata Amin saat klarifikasi di Polres Malang, Senin (3/11).
Amin pun mengatakan, keyakinannya itu bertambah setelah melihat wajah dari MY. Kata Amin, secara wajah dan penampilan, MY tidak cocok bekerja sebagai pegawai BRI Syariah Malang.
“Ini mohon maaf saya tidak bermaksud menyinggung atau apa. Tapi ketika saya lihat penampilannya tidak good looking. Pastinya dengan standar kami menerima pegawai, itu sudah tidak termasuk yang diterima,” tuturnya.
Amin pun dengan klarifikasi ini berharap, masyarakat bisa percaya bahwa tidak ada lagi nama MY disangkutkan dengan pegawai BRI Syariah Malang.
“Karena setelah pemberitaan di media itu. Nanti akan merugikan kami, sangat merugikan kami. Karena banyak nasabah nanti takut untuk bekerjasama dengan kami. Sekali lagi saya tegaskan pelaku bukanlah bagian dari kami,” tutupnya.
Sebagai informasi, dari data yang dihimpun Blok-A, MY melakukan aksinya dengan mengaku pegawai BRI Syariah di Kota Malang. Kepada puluhan korbannya, MY menawarkan investasi dengan menyimpan tabungan deposito bernama ‘BRI Faedah’.
Setiap korban yang menanamkan deposito Rp 10 juta dijanjikan akan mendapat bunga sebesar Rp 400 ribu perbulan. Bahkan, saat menanam deposito awal sejumlah Rp 10 juta awal, MY pun juga menjanjikan akan mendapat HP Vivo.










Balas
Lihat komentar