Pengamat Sepak Bola Nilai Rencana Bubar Arema FC Hanya Akal Manajemen Cari Simpati

garis polisi pasca ricuh di kantor Arema FC, Minggu (29/1/2023) (blok-a/bob)

Kota Malang, blok-a.com – Pengamat sepak bola dari Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali sebut kabar manajemen Arema FC pertimbangkan tim untuk bubar hanya sekadar mencari simpati suporter sepakbola Indonesia.

“Saya melihat itu hanya untuk mencari simpati. Tidak serius, 99 persen saya katakan tidak serius. Itu cuma diplomasi untuk mencari sumpati publik saja,” kata dia.

Menurutnya, pendukung Arema FC berpotensi akan bereaksi untuk memberikan dukungan agar klub tidak dibubarkan. Hal ini sudah nampak saat ratusan Aremania datang ke Kandang Singa untuk memasang kembali logo Arema FC yang sempat hancur pasca demo ricuh beberapa waktu lalu.

Akmal juga mengungkapkan, kondisi tim berjuluk Singo Edan saat ini memang sedang tidak baik-baik saja sejak Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 yang telah menewaskan 135 nyawa.

Mulai dari tak mendapatkan Homebase, penolakan dari berbagai suporter di Indonesia hingga diterpa kekecewaan dari Arek Malang yang menilai manajemen Arema FC hanya setengah hati berdiri untuk keadilan korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

Terlebih, yang paling disorot adalah bagaimana Iwan Budianto sebagai pemilik dan pemegang saham terbanyak di PT AABBI (Arema FC) selama ini tak pernah menampakkan diri ataupun berkomentar sejak Tragedi Kanjuruhan Malang.

“Semua kan diwakili manajemen. Mau muncul takut, sementara Aremania itu butuh perhatiannya. Sejauh ini, sejak Gilang mundur dari Arema kan gak ada lagi sosok yang di percaya,” ungkapnya.

Sebenarnya, selama ini sejak Tragedi Kanjuruhan Arema FC mendapat keuntungan yang cukup banyak. Seperti sanksi Komdis PSSI yang hanya meminta 1 tahun Arema FC tak boleh main di Malang dan denda Rp500 juta.

Semua itu, menurut Akmal, berkat kuasa Iwan Budianto yang ada di tubuh PSSI. Iwan Budianto dinilai cukup membantu meringankan sanksi Arema FC.

“Kan gak dapat Homebase, terus pertandingan ditunda. Harusnya kan WO sesuai regulasi. Ini berkat kuatnya IB di PSSI dan sangat berpengaruh sekali,” katanya.

Kalaupun Arema FC terus menerus menyatakan mempertimbangkan diri akan bubar, menurut Akmal, hal itu hanyalah sebuah desain untuk mencari simpati guna mengembalikan nama Arema FC.

“IB selama ini kan sudah berusaha menjaga gengsinya untuk Arema. Arema jadi satu saja gak mau, ini malah mau bubar, gak mungkin sekali,” tegasnya.

Satu-satunya cara untuk mengembalikan eksistensi Arema FC, hanyalah dari Iwan Budianto. Ia sepakat jika Iwan Budianto keluar dan merespon seluruh masyarakat Malang dan Indonesia sejak Tragedi Kanjuruhan hingga saat ini yang tak kunjung usai.

“Beruntung Gilang mundur, sehingga masalah Arema ini makin terkuak. Langkah yang harus dilakukan ya manajemen Arema IB harus keluar dan bicara apapun resikonya,” tandasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.