PDIP Siapkan Kabupaten Malang Jadi Lumbung Suara Ganjar di Pemilu 2024

Calon Wakil Bupati Malang dari paslon SanDi, Didik Gatot Subroto
Calon Wakil Bupati Malang dari paslon SanDi, Didik Gatot Subroto - Foto: Bob Bimantara

Kabupaten Malang, Blok-a.com – DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Malang mulai panasi mesin politik guna persiapkan pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatut Subroto menuturkan, pada pemilu 2024 dirinya optimis sukseskan Ganjar Pranowo sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Tetap karena itu menjadi bagian seluruh kader wajib tegak lurus dengan DPP, hari ini sukseskan Ganjar Pranowo presiden,” tegas Didik saat ditemui Blok-a.com belum lama ini.

Namun, saat disinggung terkait calon wakil presiden, Didik mengatakan hingga saat ini PDIP belum juga menetapkan siapa bakal calon wakil presiden pendamping Ganjar Pranowo.

“Kalau wakilnya sejauh ini belum ditetapkan,” singkatnya.

Sedangkan untuk persiapan pemilu legislatif, Wakil Bupati Malang ini mengatakan telah menyiapkan 50 bakal calon legistatif (bacaleg) untuk segera didaftarkan ke KPU dalam waktu dekat.

“PDIP sudah mengusulkan tidak kurang antara 50 bacaleg. Lengkap semuanya tujuh setiap dapil, serta ada satu dapil yang diisi dengan delapan bacaleg,” bebernya.

Sehingga, setelah dilakukan verifikasi secara internal oleh DPC PDIP Kabupaten Malang maka proses selanjutnya akan segera dilaksanakan.

“Saya sebagai ketua DPC melakukan verivikasi tentang administrasi, dengan harapan tanggal satu sampai 14 calon calon kami ketika mendaftar ke KPU tidak ada halangan,” jelasnya.

Disinggung terkait keterwakilan perempuan, dari keseluruhan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menyiapkan 21 calon legislatif perempuan yang mana setiap dapil akan ada tiga calon perempuan.

“Alhamdulillah calon perempuan terpenuhi. Tiga kali tujuh, ada 21 calon yang sudah kita siapkan,” bebernya.

Selain keterwakilan perempuan, Didik juga menyebut ada bacaleg diluar kader. Sebab, dikatakannya PDIP merupakan partai yang bersifat terbuka. Jadi untuk bacaleg diluar internal ia menyiapkan 30 persen dari kuota yang telah disiapkan.

“Hampir 30 persen kita berikan ruang untuk diluar struktural. Salah satunya yakni dari tokoh masyarakat dan tokoh pemuda,” pungkasnya.

(ptu)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?