Pasca Gempa, BMKG ke Lokasi Bencana dan Sarankan Instal Aplikasi Ini

Pemkot Batu dan BMKG
Pemkot Batu dan BMKG - Foto: ist

KOTA BATU – Pasca terjadinya gempa pada Sabtu (9/4) lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan kunjungan ke sejumlah kota terdampak, salah satunya Kota Batu. Pasalnya gempa berkekuatan 6,1 SR yang berpusat di Malang Selatan ini juga turut dirasakan Kota Batu, bahkan beberapa bangunan mengalami kerusakan.

Rombongan BMKG dipimpin oleh Kepala BMKG, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc. P.hd bersama dengan Kepala Pusat Seismologi dan Kepala Balai Besar MKG Wilayah III.

Rombongan dari BMKG ini disambut hangat oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko di Ruang Rapat Utama lt. 5 Balaikota Among Tani Kota Batu, Rabu (14/4). Kunjungan tersebut dalam rangka tindak lanjut dan survei lapangan pasca gempa.

Menurut Dewanti, Kota Batu tidak terlalu terdampak oleh gempa, namun memang ada beberapa bangunan yang mengalami kerusakan setelah terjadinya gempa tersebut.

“Alhamdullilah pasca gempa tidak berdampak besar, hanya ada beberapa bangunan yang rusak, namun tidak separah di Kabupaten Malang,” jelasnya.

Selain itu wali kota perempuan pertama di Kota Batu ini menyampaikan bahwa Kota Batu lebih rentan akan bencana Puting Beliung, Longsor dan Kebakaran Hutan.

Sementara Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa kedatangan rombongan adalah untuk melakukan survei dan tindak lanjut lapangan pasca gempa. Menurut beliau, langkah terbaik untuk mengatasi bencana adalah dengan melakukan mitigasi atau pencegahan.

Pencegahan tersebut berupa pemetaan wilayah pantai, pemetaan mikrozonasi di wilayah terdampak gempa untuk rekomendasi bangunan, serta peringatan dini.

“Untuk membantu masyarakat umum dan pemerintah mengetahui tentang peringatan dini, diharapkan untuk meng-install aplikasi info BMKG. Mohon Pemkot Batu mengawal peringatan dini tersebut untuk mengurangi dampak bencana,” kata Dwikorita.

 

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com