Kabupaten Malang, blok-a.com – Pasar di Kabupaten Malang memiliki model yang unik. Itu adalah Pasar Warna-Warni Landungsari. Seperti namanya, kios di pasar tersebut dicat warna-warni.
Pasar yang berdiri di tanah kas desa seluas 7.950 meter persegi itu dibuat warna-warni pada tahun 2019. Pengeceatan warna-warni itu sendiri menjadi asal muasal nama pasar itu berganti dari Pasar Gede Landungsari menjadi Pasar Warna-Warni Landungsari.
Pengelola Pasar Warna-Warni Landungsari, Aji Sunario menjelaskan, pengecetan kios-kios tersebut agar lebih menarik pembeli ke pasar yang terletak di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
“Dulu ada program dari provinsi, lalu diarahkan ke pasar. Saya mengusulkan untuk mengecat pasar agar lebih menarik. Setelah selesai, karena tampilannya berwarna-warni, akhirnya dinamakan Pasar Warna-Warni Landungsari,” ujarnya ditemui, Senin (3/3/2025).
Pasar ini sendiri menjadi tempat 420 berbagai macam pedagang menjual daganganya. Setelah adanya pengecetan ini, ada peningkatan pendapatan dari para pedagang. Namun, tidak signifikan.
“Untuk omzet pedagang mungkin ada peningkatan, tapi tidak terlalu signifikan,” tuturnya.
Menyambut bulan Ramadan tahun ini, Aju menjelaskan, sejumlah pedagang mulai menyesuaikan dagangannya di Pasar Warna-Warni ini. Biasanya bakal banyak pedagang yang menjual daging dan bahan pokok.
“Saat Ramadan ini ada tambahan pedagang yang menjual daging dan kebutuhan pokok lainnya,” kata dia.
Soal kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan, Pak Aji menyebutkan bahwa lonjakan harga di pasar ini tidak terlalu signifikan. “Harga daging biasanya naik sedikit, tapi untuk sayur-mayur relatif stabil. Beras juga tetap terjaga karena langsung dikirim dari tempat produksi,” ungkapnya.
Pasar Warna-Warni ini memiliki fasilitas keamanan yang disiagakan setiap hari selama 24 jam, terutama saat Ramadan. “Sudah ada petugas jaga,” jelas Pak Aji.
Selain itu, kebersihan pasar juga menjadi perhatian utama. “Kami memastikan kebersihan pasar setiap hari agar tetap nyaman bagi pengunjung dan pedagang,” tambahnya.
Saat Ramadan ini, beberapa pedagang juga memberikan potongan harga kepada pelanggan setia mereka sebagai bentuk rezeki tambahan. “Diskon ini diberikan langsung oleh masing-masing pedagang, bukan kebijakan dari pengelola pasar,” pungkasnya.
Penulis: Mahasiswa Magang Unitri









